Tuesday, 14 August 2018

Banyak Makan Gorengan Isyu Politisi Bisa Kolesterol Tinggi

Selasa, 7 Agustus 2018 — 7:08 WIB
pedagang gorengan

SEMAKIN mendekati Pilpres 2019, makin banyak yang jual gorengan isyu. Tujuannya untuk menyerang pemerintah. Kebijakan dan omongan apa saja dari pemerintah, dinilai salah dan digoreng-goreng oleh politisi parpol oposisi. Padahal menurut Ilmu Kesehatan, terlalu banyak makan gorengan itu bisa bikin tinggi kolesterol.

Pilpres 2014 menjadikan masyarakat terbelah menjadi dua kubu, dan hampir lima tahun berjalan belum juga sirna. Oposisi menyerang pemerintah bukan saja politisi parpol di DPR, tapi juga Fraksi Medsos. Mereka justru paling ganas dan liar. Mereka bukan saja menghantam masalah kebijakan pemerintah, justru soal-soal yang pribadi disasar juga.

Difitnah dan dibully tanpa dasar, maka stok kesabaran bisa habis sebelum Lebaran dan Tahun Baru tiba. Presiden Jokowi saat ketemu relawannya di Sentul pun mengatakan, “Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun  fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani.”

Pesan dari pidato itu sebetulnya positif. Tapi di mata kaum oposisi, justru kata terakhirnya itu yang menarik:  kalau diajak berantem juga berani. Setelah dipotong-potong kayak singkong, pidato Jokowi itupun digoreng-goreng. Demokrat bilang, Jokowi jadi provokator. Gerindra, pidato Jokowi seperti seorang Timses, bukan kepala negara. Bahkan Fahri Hamzah menilai, pidato Jokowi memecah belah bangsa.

“Berani berantem”, adalah isyu terakhir yang kini sedang digoreng-goreng oposisi. Sebelumnya ada: tenaga asing, utang luar negeri ribuan triliun, divestasi saham Freeport, bisa kalajengking. Pendek kata asal ada kebijakan Jokowi yang bisa dimainkan, langsung digoreng-goreng pakai mentega, ditaburi garam dan bawang goreng pula.

Padahal menurut Ilmu Kesehatan, kebanyakan makan goreng-gorengan bisa bikin kolesterol tinggi. Apalagi gorengan isyu politik, bagi kalangan politisi dampaknya bisa lebih gawat. Baik kubu oposisi maupun kubu pemerintah, bisa kena semuanya. Maka paling aman justru gorengan iso babat…….

Bagaimana tidak bikin naik kolesterol dan tensi? Oposisi akan mencari kata-kata dan jurus untuk memojokkan pemerintah. Sebaliknya bagi politisi yang pro pemerintah, mereka harus memeras otak untuk menangkis serangan lawan, membela pemerintah tempatnya bernaung. – gunarso ts