Saturday, 15 December 2018

Bini Simpan Foto Eks Pacar Rasa Cemburu Mengerucut

Selasa, 7 Agustus 2018 — 7:50 WIB
foto pacar

TAK  hanya Cawapres, rasa cemburu pun juga bisa mengerucut. Ini dialami oleh Martono, 29, dari Pekalongan. Habis hubungan intim dengan istri kok melihat foto eks pacar istri dalam HP, langsung mengerucut rasa cemburunya. Bini tak mau ngaku masih berhubungan, langsung saja  dicekik sampai wasalam.

Belakangan ini istilah “mengerucut” menjadi sangat populer. Soalnya selalu dihubungkan dengan Cawapres Prabowo dan Jokowi.  Untuk inkamben sih Cawapresnya sudah lama mengerucut dan disimpan di kantong. Sedangkan Cawapres Prabowo mengerucut dari belasan hingga tinggal dua nama di hari kemarin. Kapan mengerucut sampai tinggal satu, ya tunggu saja sampai deadline pendaftaran Capres-Cawapres.

Mengerucut itu bahasa lainnya adalah: meruncing. Hubungan rumahtangga Martono – Untari, 24, beberapa malam lalu juga mendadak meruncing, gara-gara persoalan sepele. Kenapa foto bekas kekasih kok masih disimpen-simpen dalam HP. Itu kan sama saja istri tidak fokus pada suami, tapi masih mengharapkan datangnya tokoh alternatip. Apa Untari  mau niru Mardani Alisera PKS, sehingga #2019 ganti suami?

Sebelum menjadi istri Martono, Untari warga Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jateng, memang memiliki kekasih namanya Edhi Suparlan. Orangnya keren, masa depan juga bagus. Cuma nama yang kurang menjual. Nama depannya sih sudah kekinian.Tapi nama belakangnya, jan ndeso banget!

Sebetulnya bukan itu yang jadi masalah. Hubungan cinta kasih itu putus karena Edhi Suparlan meninggalkannya untuk menikah dengan gadis lain. Di kala Untari patah hati, eh…..muncul tokoh alternatip Martono. Orangnya pintar bicara, santun dan seiman pula. Maka ketika dia menyatakan cintanya, langsung saja diterima dan menikahlah.

Tapi rupanya sosok Edhi Suparlan tak bisa dihapus dari memori  jiwa. Paling tidak Untari menyimpan dalam HP-nya. Bahwa istri dulu punya kekasih yang meninggalkannya, Martono sudah tahu. Tapi soal foto mantan yang selalu disimpan dalam HP, sama sekali tidak tahu. Sebab Untari memang tidak pernah ngomong, apa lagi minta izin.

Rumahtangga Martono – Untari sudah jalan 2 tahun, seorang anak hasil kerjasama nirlaba juga sudah hadir. Tentunya pasangan ini makin mesra saja, sehingga dalam urusan “sunah rosul” masih rutin dilakukan minimal 2 kali seminggu sesendok makan. Tapi ini tanpa peringatan: kocok dulu sebelum pakai!

Beberapa malam lalu seperti biasa pasangan suami istri itu menjalankan kewajibnya sebagai suami istri. Yang bikin kaget Martono, habis melayani suami Untari masih main HP dan sekelebat terlihat foto lelaki yang bekas kekasihnya dulu, si Edhi Suparlan itu. “Kok kamu masih nyimpen-nyimpen fotonya Parlan sih?” tegur Martono, rasa cemburunya langsung mengerucut.

Tapi jawab Untari bukan santun, melainkan sengak macam gorengan kadaluwarsa. “Memangnya nggak boleh, rugi apa sampeyan?” Tentu saja Martono jadi tersinggung, sebab meski sedikit kata-kata itu tapi kata Asmuni dulu, memang sengak didengar. Maka Martono memarahi bininya. Tapi justru Untari mengancam, “Ben anakmu tak pithes sisan (biarlah, anakmu gua matiin sekalian).”

Ternyata Untari tak hanya sekedar kata-kata, tapi sudah ambil gunting beneran. Martono pun berusaha mencegahnya. Karena melawan, langsung saja dicekik sampai kehabisan napas. Ketika bocah nangis, buru-buru memindahkannya ke rumah mertua. Saat balik lagi, ternyata Untari sudah meninggal. Tentu saja jadi urusan polisi. “Saya tak sengaja membunuhnya Pak,” kata Martono.

Nggak mau membunuh, tapi jalan napas kamu tutupi, ya matilah awak. (JPNN/Gunarso TS)