Sunday, 16 December 2018

Nggak Usah Mikirin Buah Jatuh!

Selasa, 7 Agustus 2018 — 6:25 WIB
kuliah mahal

ADA pepatah buah jatuh nggak jauh dari pohonnya. Artinya, bawa kelakuan dan sifat anak tak beda dari ayah dan ibunya. Bahkan punya jarak yang sangat jauh dalam hal kemiripan ini, misalnya dari leluhurnya pasti akan ada kemiripan dengan orang tuanya.

Jadi kalau bapak sebagai orang terdidik, anaknya bakalan ikutan. Sebagai contoh, satu keluarga bapak, ibu dan anaknya sebagai guru? Ada juga keluarga dokter, dan buka praktik sama-ama? Hemm, kalau yang begitu bagus. Tapi celaka kalau  orang tuanya nggak baik, jahat misalnya, anaknya ikutan jadi penjahat. “ Bapak gue aja maling, nah gue turunannya , ya ikutan dong jadi maling ?” kata sang anak.

Ada juga satu keturunan, kakak adik jadi pejabat, eh begitu korupsi kok bareng-bareng.  Ya, KPK nggak tinggal diamlah. Mereka terpaksa sama-sama jadi penghuni penjara?

Tapi, ada yang beda, orang tuanya hanya sebagai penjual mainan keliling, buruh lepas, ibunya jadi tukang cuci pakain tetangga, tetapi anaknya bisa  sekolah tinggi. Yakinlah, ini anak nasibnya bakalan beda dengan orang tuanya. Betul?

Ada juga kebalikan, orang tua kaya raya, selebritis, eh anaknya  ‘tukang’ teler mengkonsumi narkoba. Betul?

Begitulah nasib para keturunan. Bersyukur jika orang tuanya yang baik-baik,tinggal menjaga dan meneruskan kebaikannya. Tapi, bagi yang orang tuanya nggak baik, ya harus berjuang. Bahwa manusia sangat bisa berubah dan mengubah dirinya sendiri. Naggak usah ngiri dengan kelakuan miring orang tuanya.

Mau ikutan jadi angota partai, dan daftar  caleg? Eh,amang boleh? Ya, bolehlah.Yang nggak boleh kalau bapak Ente, yang bekas napi. Apalagi kalau napi koruptor?  Jangan maksa,deh!  – massoes