Wednesday, 14 November 2018

PDIP Sebut Koalisi Pendukung Jokowi akan Jadi 10 Partai, Sinyal PAN ke Prabowo

Selasa, 7 Agustus 2018 — 20:08 WIB
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ikbal)

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ikbal)

JAKARTA – PAN masih belum juga menentukan arah koalisinya. Namun, PDIP yakin akan bertambah partai yang berkoalisi untuk mendukung Jokowi, dari 9 menjadi 10. Dugaanya, yang masuk adalah PAN. Hanya saja, pihak PAN mengisyaratkan mendukung Prabowo Subianto, meski semuanya akan diputus di rakernas.

PDIP memberi sinyal akan ada partai baru yang merapat ke koalisi Joko Widodo. Adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut akan ada 10 partai dalam koalisi pendukung Jokowi. “Insyaallah kata teman-teman sekjen bisa jadi 10, kira-kira seperti itu,” ujar Hasto setelah bertandang ke KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Meski begitu, Hasto tak merinci lebih jauh soal ucapannya itu. Dia justru berbicara soal hasil kunjungan para sekjen koalisi Jokowi ke KPU untuk menanyakan mekanisme pendaftaran capres-cawapres menjelang penutupan, Jumat (10/8).

Sinyal soal PAN akan masuk ke koalisi Jokowi juga sempat disinggung oleh Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Dia mempersilakan bila PAN memutuskan berada di koalisi Jokowi.

“Prinsipnya kami terbuka, untuk semua partai yang akan bergabung prinsipnya itu. Jadi kalau misalnya ada mau bergabung yang lain, misalnya teman-teman PAN, kita terbuka,” ujar Karding di lokasi yang sama.

Pihak PAN sendiri memberi sinyal akan segera melabuhkan dukungan ke Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun PAN meminta syarat.

“Peta sudah jelas, ya, kita Insyaallah ke Prabowo kalau dari peta yang ada. Tapi sekali lagi ada syaratnya, yaitu kita tetap mendorong Bang Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan),” kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto, di DPR, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Andai capres Prabowo tidak memilih Zulkifli sebagai cawapres, PAN meminta Ketum Gerindra itu memilih kandidat cawapres non-parpol. Alasannya, itu bisa jadi jalan tengah yang bisa diterima semua partai koalisi. “Kalau tidak, itu kita tetap minta tetap ke Pak Prabowo tidak ngambil partai lain,” sebut Yandri.

Keputusan sikap resmi PAN akan diambil saat Rakernas. Sedianya Rakernas akan digelar pada Senin (6/8) lalu, namun ditunda. Meski cenderung berkonsolidasi dengan Koalisi Prabowo, namun tampaknya PAN terus menjajaki. Langkah terbaru, Ketum PAN Zulkifli Hasan Selasa sore diam-diam ke Istana untuk menemui Jokowi. (win)