Saturday, 20 October 2018

Skybridge Tanah Abang Hanya untuk Kaki-5 Ber-KTP DKI

Selasa, 7 Agustus 2018 — 1:40 WIB
skybridge

JAKARTA – Tidak semua pedagang Kaki-5 Tanah Abang bisa menempati skybridge atau jembatan penghubung yang tengah dibangun Pemprov DKI Jakarta. Sarana tersebut hanya akan ditempati pedagang yang ber-KTP DKI.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil Mikro dan Koperasi (KUMKMP) DKI Jakarta, Irwandi mengungkapkan, skybridge Tanah Abang mampu menampung 386 pedagang.

Lapak yang disediakan di lokasi tersebut berkisar 1,5 meter x 1,5 meter. “Nanti para pedagang kami pindahkan ke sana. Kami tata di sana supaya rapi. Tapi hanya yang ber-KTP DKI,” ujar Irwandi, Senin (6/8/2018).

Irwandi mengaku masih mendata pedagang ber-KTP DKI yang nantinya bisa berjualan di jembatan mulitiguna yang menghubungkan antara Blok G dan Stasiun Tanah Abang tersebut.

Kaki-5 yang berjualan di skybridge nantinya tidak hanya yang menjual pakaian, tetapi juga berbagai jenis makanan yang akan diatur letaknya sesuai dengan dagangan yang dijual. Para pedagang tidak dipungut biaya sewa, tetapi dikenakan retribusi.

“Mereka enggak dipungut sewa ya, tetapi retribusi. Yang bisa di sana hanya ber-KTP DKI, sekarang masih kami data. Kami akan bikin rapi. Kami tata supaya tidak semrawut,” ujar Irwandi.

BIAYA RP35 MILIAR

Seperti diketahui pembangunan skybridge Tanah Abang dimulai pada 3 Agustus. Skybridge menghubungkan Blok G Pasar Tanah Abang dengan Stasiun Tanah Abang atau lebih kurang 400 meter.

Proses konstruksi saat ini masih sebatas soil test atau pemeriksaan struktur tanah untuk lokasi fondasi jembatan. Rangka baja skybridge telah dikerjakan di pabrik dan direncanakan akan dikirim ke lokasi pada 10 Agustus mendatang.

Pembangunan dibagi dalam empat zona yakni zona a, b, c, dan d. Adapun zona pertama berada di sekitar Blok G Pasar Tanah Abang. Zona berikutnya mengarah hingga ke Stasiun Tanah Abang.
Jarak dari satu zona ke zona lainnya sekitar 100 meter. Pengerjaan dilakukan secara bertahap, yakni satu zona dikerjakan selama 10 hari.

Pembangunan skybridge ini membutuhkan biaya Rp35 miliar yang diambil dari anggara PD Sarana Jaya dengan tender yang dimenangi PT Amarta Karya. (guruh/st)