Tuesday, 25 September 2018

Tower Bersama Bantu Kirim Pangan dan Perbaikan Fasum untuk Korban Gempa Lombok

Selasa, 7 Agustus 2018 — 19:07 WIB
Tim misi kemanusiaan TBIG memberikan bantuan untuk korban gempa Lombok. (ist)

Tim misi kemanusiaan TBIG memberikan bantuan untuk korban gempa Lombok. (ist)

LOMBOK – Emiten bursa PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengirimkan tim misi kemanusiaan untuk membantu meringankan beban pengungsi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lombok baru-baru ini diguncang dua gempa besar pada 29 Juli dan 5 Agustus 2018, masing-masing berkekuatan 6,4 dan 7 skala richter yang menyebabkan 102  orang meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka, serta memaksa 5.000 orang mengungsi ke tempat-tempat penampungan yang disediakan pemerintah dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Ribuan rumah pun dilaporkan roboh dan rusak berat.

(BacaDari Jauh, Ozil Berdoa untuk Korban Gempa Indonesia)

Merespon kondisi luar biasa ini, sejak 2 Agustus 2018, TBIG mengirimkan tim misi kemanusiaan bekerja sama Yayasan Filantra untuk membantu korban gempa di empat wilayah di kecamatan Sembalun,  Lombok Timur. Yakni Desa Sajang, Sambikelen, Sembalun Timur, Madayin dan Blanting.

Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menjelaskan bantuan yang diberikan berupa bantuan pangan yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi di penampungan. “Dari hasil pemantauan tim di lapangan, para pengungsi membutuhkan bantuan makanan. Kami utamakan bantuan makanan pokok untuk membantu korban yang mengungsi ke penampungan,” ujarnya seraya menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan difokuskan ke tempat-tempat penampungan yang didirikan oleh pemerintah maupun atas swadaya masyarakat. Bantuan yang diberikan oleh TBIG berupa beras, telur dan makanan siap saji.

(BacaSiswa SMK Taruna Sakti Gelar Doa dan Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok)

Lebih jauh, Lie Si An menjelaskan bahwa pihaknya juga berencana memberikan bantuan untuk perbaikan fasilitas umum di wilayah bencana. Tim survey yang terdiri dari tim CSR, Regional Office TBIG Bali Nusa Tenggara, dengan dibantu tim relawan Yayasan Filantra telah melakukan identifikasi titik-titik bencana yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Pada tahap recovery, bantuan akan difokuskan untuk membantu masyarakat memperbaiki fasilitas umum seperti mesjid dan sekolah,” kata Lie Si An.

(BacaPos TNI AL Benoa Bantu Pengamanan dan Evakuasi Wisatawan Korban Gempa Lombok)

Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi menambahkan, selain kegiatan kemanusiaan penanganan pasca bencana, CSR TBIG juga menjalankan aktivitas tanggung jawab sosial yang berkesinambungan, terukur dan terprogram.

“Manajemen sangat menekankan pentingnya implementasi CSR yang sustainable dan memiliki akuntabilitas yang baik. Kami juga memperhatikan target-target yang ada dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB dan program Nawa Cita pemerintah Indonesia,” katanya. (rilis/ys)