Tuesday, 14 August 2018

Capres-Capres Padang Pasir Hingga Hari Ini Sepi Penaksir

Rabu, 8 Agustus 2018 — 7:08 WIB
saya capres

BERMIMPI jadi Capres-Cawapres itu hak semua anak bangsa. Sayangnya UU Pilpres tak memberi ruang jalur independen. Karenanya Capres-Cawapres harus diusung parpol. Maka kasihan nasib Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, Abraham Samad dan Sam Aliano. Bagaikan nyapres di padang pasir, mereka hingga hari ini tetap sepi penaksir.

Sesuai pasal 222 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, Capres-Cawapres diusulkan oleh parpol. Karenanya siapapun yang berambisi harus mendekati parpol-parpol yang memiliki 20 persen kursi DPR. Bila tanpa parpol pendukung, ibaratnya dia pedagang asongan yang tak memiliki lapak atau kios.

Adalah Gatot Nurmantyo mantan Panglima TNI, Rizal Ramli mantan Menko Maritim Jokowi, Abraham Samad mantan Ketua KPK dan pengusaha Sam Aliano; mereka adalah tokoh-tokoh yang bermimpi ingin tinggal di Istana Merdeka. Mereka sudah mendeklarasikan diri dan mendekati parpol-parpol, tapi sayangnya tak ada yang melirik.

Mereka memang tokoh-tokoh terkenal, ada pula yang sekedar dikenal. Tapi dalam berbagai survei elektabilitas mereka sangat kecil prosentasenya. Bahkan ada yang sama sekali tak dilirik lembaga survei, tapi berambisi Nyapres juga.

Dari keempat  Capres itu yang lumayan ada gaungnya hanyalah Gatot Nurmantyo. Karenanya dia beralternatif, jika tak Capres ya Cawapreslah. Tapi sayangnya, hingga hari ini belum ada parpol meliriknya. Gatot berharap ada poros ketiga dan parpol koalisi baru itu menggandengnya.

Hingga hari ini memang belum terbayangkan adanya poros ketiga. Jago menuju Pilpres 2019 hanyalah Jokowi dan Prabowo. Jokowi sudah lebih mantap siapa Cawapresnya, tapi Prabowo masih ditarik ke sana kemari bagaikan perjaka mau dikawin paksa. Mengikuti Ijtimak Ulama, atau hati nurani?

Dalam skenario Gatot Nurmantyo, parpol yang kecewa jago Cawapresnya tak terakomodir, akan membentuk poros ketiga. Bisa itu PAN-PKB-Demokrat, bisa pula komposisi PKS-PAN-PKB. Bila itu yang terjadi, Gatot optimis nasibnya sebagai Capres akan tertolong.

Politik itu memang sangat cair, seribu kemungkinan bisa saja terjadi. Maka tunggu saja sampai tanggal 9 Agustus besok. Bila koalisi Jokowi-Prabowo tak berubah, durian runtuh itu takkan terjadi. Jadilah Gatot Nurmantyo dan 3 tokoh lainnya itu bagaikan Capres di padang pasir, tak ada juga yang mau naksir. – gunarso ts