Monday, 24 September 2018

Jika PKS Tak Dapat Posisi Cawapres, Gerindra Power Sharing Menteri

Rabu, 8 Agustus 2018 — 21:04 WIB
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. (Yendi)

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. (Yendi)

JAKARTA –  Hingga saat ini, Prabowo belum menentukan calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam bursa Pilpres 2019. Rencana malam ini Gerindra bersama partai koalisi akan ketuk palu tentukan nama cawapres.

Dari beberapa orang yang diajukan oleh partai koalisi telah dikerucutkan. Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al Jufri paling santer dibicarakan sebagai sosok yang akan dampingi Prabowo.

Usai Prabowo bertemu dengan Salim siang ini, PKS disebut akan legowo jika tidak mendapatkan kursi cawapres. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani.

“Legowo (jika tidak cawapres), pokoknya PKS suasananya riang gembira, tadi saya bersama Presiden (PKS), Bendahara Umum (PKS), Pak Prabowo bertemu dengan Habib Salim,” ucap Muzani di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Dia pun mengatakan akan ada power sharing jabatan atau pembagian kekuasaan untuk PKS agar menduduki jabatan menteri. “Ya, power sharing, kalau Power sharing ya (menteri) kabinet,” ucap Muzani.

Bahkan, dia mengklaim PKS tetap akan setia dengan Gerindra jika tidak mendapatkan kursi cawapres. Dia yakin PKS tidak akan berkhianat untuk membentuk poros ketiga.

“Kami berprasangka baik dengan PKS bahwa PKS adalah teman setia, PKS adalah kawan kami ketika susah sehingga itulah juga kami yang tegaskan dari ini,” tegas Muzani. (Yendhi/win)