Wednesday, 17 October 2018

Mantan Napi Ini Sehari Mampu Produksi 3 Kg Sabu

Rabu, 8 Agustus 2018 — 19:45 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Kurniawan menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu dengan kualitas impor yang di produksi di sebuah rumah di kawasan Cipondoh, Tangerang (toga)

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Kurniawan menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu dengan kualitas impor yang di produksi di sebuah rumah di kawasan Cipondoh, Tangerang (toga)

TANGERANG – Antonius Wongso alias Pengchun (56), MacGyver yang ditangkap karena memproduksi sabu dari obat di pasaran kini ditahan di Mapolres Jakarta Barat. Sbulan, Pengchun mampu memproduksi sabu 3 kilogram.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Hariyadi, di lokasi penangkapan di Perumahan Metland, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (8/8/2018) sebelum dijual, sabu hasil produksinya itu dicoba terlebih dahulu oleh Pengchun. Jika dinyatakan layak, residivis narkoba ini membandrol sabu olahannya itu seharga Rp 700 ribu pergram.

“Pelaku memarketkan barangnya di Jakarta dan Tangerang. Dia sendiri yang memasarkan,” ucap Hengky.

Lanjut Hengky, Pengchun diketahui pernah ditangkap Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dan dijebloskan ke Lapas Salemba tahun 2010. Bukannya bertobat, pria paruh baya ini malah membuat pabrik sabu di tempat tinggalnya.

“Pelaku mengaku akan memperbesar jaringan dan usahanya. Tapi Alhamdulillah lebih dulu kami tangkap setelah satu minggu melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres.

(Baca: Mantan Napi Ini Produksi Sabu Gunakan Obat yang Dijual Bebas)

Pada saat ditangkap tim buser narkoba pimpinan Kanit I AKP Indra Maulana, lanjut Kapolres, pelaku sedang meracik narkobanya dengan metode Fosforisasi , yang dimulai dengan ekstraksi efidrin dari obat Bro Napacin yang selanjutnya efidhrin tersebut diolah kembali hingga menjadi kristal bening.

“Saat kita tangkap dia (pelaku) sedan mengekstrak kandungan Efidhrin dari obat asma, yang menjadi salah satu bahan dasar, kemudian pelaku mencapurkan bahan lainnya seperti HCL, Aceton dan sebagainya,” bebernya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis 113, 114 dan 112 Undang-undang RI No 35 taking 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Imam/b)