Sunday, 16 December 2018

Miliarder Kontroversial Arab Saudi Membeli Rp3,6 Triliun Saham Snap

Rabu, 8 Agustus 2018 — 21:55 WIB
Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal sempat ditahan dalam gerakan anti korupsi yang dilancarkan putera mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal sempat ditahan dalam gerakan anti korupsi yang dilancarkan putera mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

SAUDI– Miliarder Saudi, Pangeran Alwaleed Bin Talal, mengambil alih 2,3% saham Snap, dengan pembelian senilai $250 juta (Rp3,6 triliun).

Investasi besar itu terjadi tepat ketika perusahaan media sosial itu sedang berjuang untuk membangun kepercayaan investor dalam layanan Snapchat.

Jumlah pengguna aktif harian Snapchat anlok 2% pada kuartal terakhir menjadi 188 juta, setelah sebelumnya pada akhir Maret mencatat 191 juta pengguna.

Perusahaan itu juga menghadapi persaingan berat untuk mendapatkan iklan digital, khususnya dari perusahaan raksasa seperti Facebook.

Namun meskipun jumlah pengguna merosot, perusahaan mengatakan bahwa pada kuartal kedua 2018, pendapatan mereka naik dan kerugiannya menurun.

Perusahaan itu memperoleh pendapatan $262 juta (Rp3,8 triliun) di kuartal ini, naik 44% dari periode yang sama tahun 2017. Kerugian mereka tercatat $353 juta (Rp5,1 triliun), turun 20% dari tahun sebelumnya.

Jumlah pengguna aktif harian saat itu sekitar 8% lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2017.

Saat mengumumkan investasi itu, Pangeran Alwaleed menyebut Snapchat sebagai “salah satu platform media sosial paling inovatif di dunia”.

“Kami percaya langkah ini baru sekadar menggores permukaan potensi sebenarnya dan kami merasa mendapat rahmat karena menjadi bagian dari hal itu,” katanya.

Kesepakatan itu katanya telah dituntaskan lebih awal, pada bulan Mei, dengan harga rata-rata $11 (Rp15.000) per saham.

Sebelumnya, sang pangeran juga telah berinvestasi di perusahaan teknologi lainnya, seperti Lyft, Twitter, dan JD.com.

Pangeran Alwaleed Bin Talal adalah salah satu miliuner Arab Saudi paling terkenal secara internasional, dan kontroversial. Ia sempat ditahan berbulan-bulan di penjara supermewah di Riyadh dalam gerakan anti korupsi yang dilancarkan putera mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. (BBC)