Wednesday, 15 August 2018

Petinggi Demokrat Juga Tuding Prabowo-Sandi Pengatur Skor

Rabu, 8 Agustus 2018 — 23:36 WIB
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (dok.)

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (dok.)

JAKARTA – Koalisi Partai Gerindra-PAN-PKS-Demokrat terancam pecah. Pasalnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan menunjuk Sandiaga Salahuddin Uno sebagai cawapresnya.

Kabar tidak sedap muncul dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arif melalui akun Twitter resminya @AndiArief__ mendekati pendaftaran Pilpres 2019.

Politisi Demokrat itu menyampaikan kekesalannya karena Prabowo memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno untuk disunting menjadi caparesnya.

Keputusan Prabowo setelah Sandiaga rela merogoh kocek hingga Rp 500 miliar untuk membayar PKS dan PAN demi kursi RI 2.

Dalam cuitannya, Andi menyebut Prabowo dan Sandiaga Uno telah mengatur rencana agar orang nomor dua di Jakarta itu bisa mencalonkan sebagai cawapres.

Kemungkinan, akan mengulur waktu agar pendaftaran Pilpres bisa diperpanjang sehingga Sandiaga bisa memiliki waktu untuk mundur dari jabatannya sekarang.

“Operasi pertama adalah Jokowi calon tunggal. Jika tidak berhasil maka operasi selanjutnya menunjuk wakil Prabowo yang lemah dengan memanfaatkan kesulitan logistik Prabowo. Kalau sepakbola namanya pengatur skor,” kata Andi dalam cuitannya, Rabu (8/8/2018).

Saking geramnya, Andi sebut Prabowo sebagai jenderal kardus lantaran tergoda dengan iming-iming uang dari Sandiaga.

“Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk mengentertain PAN dan PKS,” ungkap Andi. (Yendhi/b)