Tuesday, 14 August 2018

Presiden Baru Kolombia Berjanji Menyatukan Rakyatnya yang Terpecah Akibat Pilpres

Rabu, 8 Agustus 2018 — 20:42 WIB
Ivan Duque berkomitmen untuk meninjau ulang perundingan damai dengan kelompok pemberontak Farc

Ivan Duque berkomitmen untuk meninjau ulang perundingan damai dengan kelompok pemberontak Farc

KOLOMBIA– Presiden Kolombia yang baru terpilih, Iván Duque, berjanji menyatukan kembali rakyatnya yang terpecah akibat persaingan memperebutkan kursi orang nomer satu dalam pemilu presiden.

Duque, yang baru saja menempati kantor barunya, juga berkomitmen untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi negaranya.

Politikus pendatang baru di partai konservatif ini memenangi pilpres Juni lalu dengan mengalahkan pesaingnya dari sayap kirim Gustavo Petro, yang diwarnai persaingan sengit yang berimbas rakyatnya terpecah.

Dalam pidato pengukuhannya, eks pengacara ini berjanji melakukan perubahan untuk memberantas korupsi dan memperkuat ekonomi.

Dia juga berkomitmen untuk meninjau ulang perundingan damai dengan kelompok pemberontak Farc.

Sebelum menyepakati perdamaian, Farc adalah kelompok pemberontak sayap kiri terbesar di Kolombia. Kelompok itu dibentuk pada 1964 dengan tujuan menggulingkan pemerintah dan mengukuhkan rezim Marxisme.
Presiden Kolombia sebelumnya, Juan Manuel Santos, telah meminta agar Duque menghormati kesepakatan damai itu, yang telah dinegosiasikan sejak 2016 lalu dan berhasil menyudahi konflik brutal selama lima dekade.

Farc atau Revolutionary Armed Forces of Colombia, saat ini telah mengubah dirinya menjadi partai politik dan mengubah namanya menjadi Revolutionary Alternative Common Force.

Sejumlah anggotanya mendapatkan kursi parlemen pada bulan lalu sebagai rangkaian kesepakatan damai terkait keterwakilan politik.

Duque mengatakan dia tetap berkomitmen untuk melanjutkan proses perdamaian di Kolombia, tetapi dia menuduh pimpinan Farc terlalu lunak terhadap mantan gerilyawan yang dituduh melakukan kejahatan perang.

“Kami akan menerapkan langkah-langkah korektif untuk memastikan bahwa para korban mendapatkan kebenaran, keadilan secara proporsional, reparasi dan menjamin agar kejadian di masa lalu ini tidak terulang,” ucap presiden dalam pidatonya, Selasa.

Duque juga menekankan perlunya untuk menyatukan kembali rakyatnya yang terpecah akibat pertentangan politik dalam perebutan kursi presiden.

Calon presiden dari partai Centro Democrático (CD) ini mengalahkan lawannya, Gustavo Petro, pada Juni lalu. Dia berhasil unggul dalam pemilihan presiden putaran kedua dengan memperoleh 54% suara.

“Saya ingin mengatasi perpecahan kiri dan kanan, dengan menekankan perlunya dialog. Saya ingin memerintah Kolombia dengan semangat membangun, dan bukan menghancurkan,” kata Presiden Duque.

Kebijakan politiknya dikenal ramah terhadap dunia bisnis setelah dia berjanji untuk memotong pajak dan meningkatkan investasi.

Duque, yang berusia 42 tahun, merupakan Presiden Kolombia termuda yang pernah terpilih. Dia diajukan sebagai capres oleh pemimpin partai CD, Álvaro Uribe Velez.

Mantan pengacara ini naik ke tampuk kekuasaan saat negaranya tengah bersitegang dengan tetangganya, Venezuela.

Awal pekan ini Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menuduh Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, yang baru saja turun dari kursi presiden, bertanggung jawab atas apa yang disebutnya sebagai rencana pembunuhan dirinya dalam acara parade militer di Caracas.

Tuduhan itu langsung dibantah oleh Bogota yang menyebutnya sebagai “tidak berdasar”.(BBC)