Sunday, 16 December 2018

Bakar Membakar, Terbakar!

Kamis, 9 Agustus 2018 — 6:34 WIB
bakar semangat

SEBENTAR lagi ada acara bakar membakar daging sapi dan kambing. Sate, begitulah makanan yang memang harus dibakar. Kapan? Ya, pada hari Raya Qurban. Siapa saja akan menikmati daging qurban.

Acara bakar-bakaran juga bisa dilakukan masyarakat pada malan tahun baru nanti. Bagi yang nggak mau keluar rumah, atau wisata jauh-jauh, mereka lebih suka membakar ikan, ayam, daging, atau sekadar membakar jagung. Silakan saja, mau membakar apa yang yang penting enak dinikmati. Oke?

Nah, ngomong-ngomon g soal bakar membakar, akhir-akhir ini banyak dipilih oleh orang-orang  yang terbakar emosinya. Misalnya, cinta ditolak, nekat rumah si cewek dibakar.

Kasus yang baru saja terjadi di Semarang, seorang gadis cantik dibakar hidup-hidup oleh manajer hotel. Sadis ini. Bagaimana ya, ketika menyaksikan seorang yang tak berdaya, diikat tangan dan kakinya, lalu disiram bensin, dan api meyala di tubuh? Ada ya, manusia yang tega kayak begitu? Apa masalahnya? Kalau ia menginginkan perhiasan yang dipakai korban, kok harus membakar?

Ya, banyak orang mengira, bahwa membakar bisa menghilangkan jejak. Nggak bisa, Bung.  Walau pun tubuh jadi arang atau abu,misalnya, pasti akan terlacak. Ilmu pengetahuan dalam hal yang beginian sudah canggih.

Tapi, ya bisa jadi orang ini menang dasarnya sadis, senang menyaksikan korban berteriak-teriak sambil meronta ketika tubuh dimakan api? Manusia macam apa ya, yang tega melakukan perbuatannya begitu kejam? Gila kali, ya?

Kalau punya hobi bakar membakar, janganlah fasilitas umum, rumah apalagi manusia harus jadi sasaran bakar.

Ya, memang lagi musim bakar membakar emosi. Kalau ada orang tibut, ada tukang kipasnya,ada kompornya tuh, hingga semuanya terbakar. Ada yang ambisi kepingin jadi pejabat, tapi  nggak terpilih, panas dadanya, hatinya pun terbakar!  –massoes