Tuesday, 14 August 2018

Idul Adha, Petugas Pelototi Anthrax di Hewan Kurban

Kamis, 9 Agustus 2018 — 10:07 WIB
Petugas mewaspadai penyebaran penyakiy anthrax di hewan kurban. (sule)

Petugas mewaspadai penyebaran penyakiy anthrax di hewan kurban. (sule)

SUKABUMI – Penyakit anthrax di hewan kurban terus diwaspadai menjelang Idul Adha di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Terutama hewan kurban yang berasal dari wilayah yang pernah mengalami anthrax, seperti Bogor.

Medic Veteriner, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Muhamad Rijki menjelaskan,  pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan baik di pasar hewan maupun lapak-lapak yang di pinggir jalan.

Tertular atau tidaknya hewan kurban dari anthrax petugas memeriksa bagian lubang hidung, anus dan telinga.

“Sampai sekarang belum ada hewan terjangkit anthrax, baik pada kambing, domba maupun sapi. Tapi terus kita waspadai,” ungkap Rijki, Rabu (8/8/2018).

Disebutkan Rijki, bagian mulut dari hewan kurban juga diperiksa. Tindakan ini mengecek apakah kambing atau domba terkena gejala penyakit torch yang biasanya terlihat di pinggir mulut.

“Arus pergerakan hewan kurban ke Sukabumi dimungkinkan dari daerah yang sebelumya dilaporkan kasus anthrax. Seperti mewaspadai lalu lintas hewan kurban dari Bogor yang pernah mengalami anthrax,’’ ujarnya.

Di samping itu, kata Rijki, kelayakan hewan kurban juga dipantau. Terutama usia hewan, minimal satu tahun yang bisa diketahui dari kondisi gigi.

“Gigi hewan kambing atau domba yang sudah tanggal dua dan ganti gigi baru maka layak jadi hewan kurban. Hewan kurban juga tidak boleh cacat,” tukasnya. (sule/tri)