Sunday, 16 December 2018

Kemarau Mulai Berdampak, Petani Tambak di Bekasi Terancam Gagal Panen

Kamis, 9 Agustus 2018 — 22:26 WIB
Tambak di Muaragembong yang mengalami kekeringan tidak bisa ditebar ikan. (lina)

Tambak di Muaragembong yang mengalami kekeringan tidak bisa ditebar ikan. (lina)

BEKASI – Kemarau panjang dan kekeringan yang saat ini melanda sejumlah daerah mulai berimbas terhadap areal perikanan di Bekasi, Jawa Barat. Puluhan hektar lahan tambak bandeng mengalami kekeringan, sebagian lahan bahkan mengalami kerusakan akibat minimnya suplai air.

Sedikitnya lima puluh hektar lahan tambak bandeng di kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mengalami kekeringan. Sebagian lahan bahkan tandus akibat minimnya suplai air.

Struktur tanah yang kering juga menyulitkan petani tambak untuk melakukan pengeboran guna mendapatkan air.  Akibatnya sebagian lahan mereka justru dibiarkan hingga air benar benar tersedia.

Lahan tambak di kawasan Muara Gembong banyak ditanami bibit bandeng serta udang. Namun di musim kemarau aktivitas tambak nyaris berhenti total akibat kekeringan.

Para petani mengaku jika tetap berproduksi maka terancam gagal panen lantaran air tawar yang dihasilkan kurang maksimal. Umumnya di musim kemarau air yang keluar merupakan payau sehingga tidak cocok bagi bibit ikan itu sendiri.

“Karena cuaca, air laut kan pasangnya kagak gede. Kemarin kan masih bisa 2, 3 bulan lagi.  Biasanya kan bulan November hujan bisa nyambung.  Yang kering ga bisa ditanami ikan sama udang. Saya mau nanam tapi airnya terlalu asin airnya. Udang gak bisa mesti payau. Jadi ya nunggu hujan dulu datang, ” kata Afendi Petani tambak di Muaragembong.

(BacaBoediono Sebut Tak Ada Keputusan Menghapus Utang Petani Tambak Rp2,8 Triliun)

Sementara itu, untuk mengatasi kekeringan di beberapa wilayah terdampak kekurangan air bersih, Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta PDAM mengalokasikan kebutuhan air bersih.

“Kalau kekeringan untuk pertanian mungkin kami akan mengoptimalkan saluran-saluran yang ada, kami juga akan minimalis jangan sampai terjadi puso,” ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju, Kamis (9/8/2018).

Untuk mengatasi kekeringan yang ada di Desa Cibarusah akan didrop air di tangki dari PDAM dan sampai saat ini sudah berjalan, pihaknya juga mengupayakan meningkatkan kapasitas PDAM untuk kebutuhan air minum di Cibarusah.

“Untuk di wilayah utara yang airnya bewarna hitam atau kotor nanti akan dicek oleh Dinas Lingkungan Hidup, apakah ada pencemaran atau yang lainnya,” ujarnya.

“Kami juga akan meminta bantuan camat di wilayah tersebut untuk bersinergi terus, kalau kekeringan yang dibutuhkan adalah air, bagaimana solusi cepat agar air tersedia, jadi kami akan meminta PDAM untuk mendrop air di tangki terlebih dahulu, minimal bisa untuk minum dan mandi,” tutupnya. (lina/ys)