Saturday, 20 October 2018

RPTRA Kalijodo Dikuasai Preman?

Kamis, 9 Agustus 2018 — 5:29 WIB

KALIJODO dikuasasi preman! Kalimat ini berulangkali dilontarkan satu anggota Dewan  saat rapat sinkronisasi serapan anggaran dengan para pejabat di sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pempov DKI Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Lontaran kalimat dengan nada yang lumayan tinggi ini membuat rapat kerja di ruang Komisi Bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta mendadak tegang. Anggota Dewan tersebut kesal dengan kondisi terkini RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Kalijodo.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem ini mendapati RPTRA Kalijodo dikuasai preman saat sidak bersama Ketua Dewan Prasetio Edi Marsudi ke taman seluas lebih  kurang 4 hektar itu beberapa waktu sebelumnya.

Kekesalan anggota DPRD  terhadap pengelola aset Pemprov DKI Jakarta bisa dipahami. Kenapa? Karena untuk menyulap Kalijodo dari tempat pelacuran menjadi RPTRA yang  indah bukan segampang membalikkan tangan, tetapi ‘berdarah-darah’.

Tempat prostitusi kesohor ini  diratakan dengan tanah oleh Pemprov DKI Jakarta pada Februari 2016. Arealnya lalu  disulap menjadi RPTRA yang dilengkapi aneka sarana olahraga dan pendukung lainnya seperti skate park, lapangan futsal, badminton, voli, sepeda BMX. amphi theater, serta  sederet fasilitas lain.

Menghadirkan RPTRA  cantik  ini juga menyedot biaya puluhan miliar rupiah bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan swasta.  RPTRA Kalijodo setiap hari terutama pada Sabtu, Minggu dan hari libur dibanjiri pengunjung. Mereka  bukan saja warga Jakarta, tetapi juga dari luar daerah.

Sayangnya mendompleng membludaknya pengunjung dimanfaatkan  preman untuk berbuat tindak kriminalitas. Malah setahun lalu, tepatnya 6 Juli, pengedar narkoba disergap polisi saat akan mengedarkan barang laknat itu.

Artinya, RPTRA Kalijodo dalam cengkraman preman bukan kali ini saja. Setahun lalu  preman mulai merambah ke taman yang megah sudah  muncul tetapi kenapa pengelola aset Pemprov DKI Jakarta dan pejabat terkait seolah tak berdaya.

Wajar bila sederet pertanyaan dari publik  bergulir.  Kok bisa, RPTRA Kalijodo dikuasai preman. Pada kemana aparat dan pejabat terkait, sehingga taman kebanggaan warga dicengkram preman.

Pemprov DKI Jakarta harus segera berkoordinasi dengan aparat keamanan Polri/TNI untuk membersihkan sepak terjang preman di RPTRA Kalijodo. Bila tidak segera diberantas dikhawatirkan areal eks tempat esek-esek itu akan berubah menjadi sarang preman.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga  lebih fokus lagi merawat pohon, rumput, maupun aset lain yang ada di RPTRA Kalijodo karena saat ini  kering dan banyak mati. Ekspetasi publik tentu  sampai kapan pun RPTRA Kalijodo  tetap menjadi taman kebanggaan Jakarta yang  indah,  nyaman dan bersih dari preman.  @*