Tuesday, 18 December 2018

Diteriaki Maling, Dua Polisi Gadungan Babak Belur Dimassa

Jumat, 10 Agustus 2018 — 14:54 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SUKABUMI – Dua polisi gadungan yang mengaku anggota buru sergap (buser), SA (26) dan DI (26) babak belur dihakimi massa setelah diteriaki maling oleh calon korbannya, RA (21).

Aksi jalanan itu terjadi saat kedua tersangka membawa RA yang diketahui sebagai penjual obat keras jenis tramadol secara ilegal ke Kampung Tanjungsari, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi, Senin (6/8/2018) sore lalu.

Dalih mereka saat itu, RA akan dibawa ke kantor polisi karena pagi harinya terbukti menjual tramadol sebanyak 5 butir dengan harga Rp30 ribu.

Sore harinya, sekira pukul 17.30 WIB mereka kembali mendatangi RA untuk membeli tramadol dalam jumlah besar. Saat RA mengeluarkan tramadol, mereka langsung menyergapnya.

Kapolsek Gunungguruh, Iptu Yudi Wahyudi menjelaskan dari pengakuan RA, kedua polisi gadungan itu merampas HP-nya. Kemudian dibawa pakai motor dengan dalih untuk diproses di kantor polisi.

“Dalam perjalanan, korban curiga dengan gelagat keduanya. Ketika melintasi keramaian, korban spontan berteriak maling. Keduanya panik dan terjatuh,” ungkap Yudi, Jumat (10/8/2018).

Massa yang mendengar teriakan langsung mendatangi mereka. Aksi pengadilan jalanan pun tak bisa dielakan. Keduanya babak belur menerima bogem mentah warga.

Aksi itu diketahui dua anggota Polsek Gunungguruh yang tengah berpatroli. Petugas kemudian mengamankan kedua tersangka dari amukan massa dan membawanya ke kantor.

Menurut Yudi, RA juga turut diamankan lantaran dari hasil pengembangan terbukti mengedarkan obat keras ilegal.

“Kasus ini tengah diselidiki. Baik dua tersangka yang ngaku buser dan juga pengedar obat keras kita amankan,” tukasnya. (sule/tri)