Wednesday, 17 October 2018

Ecoranger, Pasukan Pelibas Sampah di Kepulauan Seribu

Jumat, 10 Agustus 2018 — 22:02 WIB
Bersama pihak swasta, Dinas LH DKI kukuhkan Ecorangger tangani sampah plastik di Kepulauan Seribu. (deny)

Bersama pihak swasta, Dinas LH DKI kukuhkan Ecorangger tangani sampah plastik di Kepulauan Seribu. (deny)

JAKARTA – Keberadaan sampah plastik dan limbah di laut Indonesia menjadi permasalahan global untuk segera ditangani. Tidak terkecuali, pada lokasi wisata di Kepulauan Seribu.

Bekerja sama dengan perusahaan swasta,  Dinas Lingkungan Hidup DKI, pun membentuk kelompok ‘Ecoranger’ Kepulauan Seribu untuk berperan aktif dalam menangani sampah laut. Adapun anggotanya, masyarakat yang juga nelayan di Pulau Pramuka dan Panggang.

“Bahaya plastik sangat nyata, terutama yang masuk ke laut menjadi mikroplastik, dikonsumsi biota laut. Permasalahan sampah plastik masih jadi hal utama di perairan Indonesia,” tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat (10/8).

Dikatakan Isnawa, para anggota Ecoranger yang berjumlah 15 orang tersebut, juga akan mendapatkan pelatihan dari CRS perusahaan swasta berupa pengolahan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi dan menambah pemasukan para nelayan tersebut.

“Kami memang menjalin kerja sama dengan sejumlah CSR dan punya komitmen mendukung upaya penjagaan lingkungan. Ecoranger ini akan dilatih sehingga bisa menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat di Kepulauan Seribu,” kata Adji.

Sementara itu, Kepala Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman, mengatakan dalam sehari sebanyak 40 ton sampah dihasilkan di Kepulauan Seribu. “Sampah sampah itu diperoleh dari wisatawan, rumah tangga dan kiriman dari laut,” jelasnya. (deny/win)