Sunday, 16 December 2018

Jadi M-Nya Cawapres Jokowi, Artinya: Banyak Yang Masgul

Jumat, 10 Agustus 2018 — 6:45 WIB
m yang lain

POLITIK itu sangat cair, sehingga bisa berubah sewaktu-waktu. Cawapres Jokowi misalnya, sampai menjelang maghrib tokoh paling menguat adalah Mahfud MD. Tapi habis magrib dan telah dideklarasikan semalam, Cawapres nya KH Ma’ruf Amin. Banyak yang kecewa, sehingga teka-teki inisial M itu ternyata artinya MASGUL.

Menjelang masa pendaftaran Capres-Cawapres, banyak bersliweran siapa Cawapres Jokowi dan siapa pula Cawapres Prabowo. Di koalisi Gerindra banyak nama A, sedangkan pada koalisi PDIP banyak nama M. Publik pun lalu menerka-nerka, siapa kepanjangan nama itu.

Jika merujuk omongan Ketum PPP Romahurmuziy, Cawapres Jokowi M itu bisa berarti: Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Ma’ruf Amin, atau Mas Mas dan Mbak Mbak…… Sedangkan menurut politisi Demokrat Roy Surya, Cawapres Prabowo berinizial A bisa berarti: Agus Harimurti, Anies Baswedan, Abdul Somad, Aljufri Salim Segaf.

Dari kubu Gerindra, ternyata Cawapresnya A itu malah berarti: Akulah Sandiaga Uno! Yang mengejutkan dari kubu koalisi PDIP. Semula banyak yang merasa puas ketika M itu berarti Mahfud MD. Tapi ternyata tiba-tiba saat dideklarasikan semalam, M itu malah bermakna  Ma’ruf Amin.

Semula, pilihan Jokowi pada Mahfud MD demikian menguat. Indikasinya, dia sudah mengurus surat pernyataan tak pernah dipidana di PN Sleman. Mahfud juga sudah dipanggil Mensesneg Pratikno untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan Mahfud MD sudah pesen baju putih celana hitam sesuai selera Jokowi.

Namun ternyata saat dideklarasikan semalam di Menteng, nama Mahfud MD menghilang, digantikan KH Ma’ruf Amin. Bagi pendukung Jokowi-Mahfud MD, inisial M tebak-tebakan Ketum PPP itu kini justru berarti MASGUL. Memang banyak yang kecewa. Jokowi bukan lagi memenuhi harapan rakyat, tapi hanya mengikuti selera parpol pendukungnya.

Kata kalangan pengamat, Jokowi memang harus realistis. Dengan menggandeng Ma’ruf Amien, ancaman kaum nadliyin (NU) takkan mendukung Jokowi, bisa diminimalisir. Dengan Cawapres Ketua MUI, ancaman politik identitas seperti saat Pilgub DKI, bisa dibendung. Suka tidak suka, kecewa atau tidak kecewa, itulah kiat Jokowi untuk memerintah satu periode lagi. – (gunarso ts)