Tuesday, 14 August 2018

Penanganan Gempa Lombok NTB

Jokowi Minta Evakuasi Korban Belum Ditemukan Jadi Prioritas

Jumat, 10 Agustus 2018 — 20:59 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Kantor Presiden. (ist)

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Kantor Presiden. (ist)

JAKARTA – Evakuasi korban gempa yang belum ditemukan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi prioritas pemerintah dalam proses tanggap darurat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan hal itu saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana alam di NTB, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2018) sore.

“Saya perintahkan langsung Kepala BNPB, Basarnas, Panglima TNI, dan Kapolri untuk segera bergerak fokus pada upaya-upaya evakuasi, termasuk di dalamnya evakuasi wisatawan yang ada di pulau di sekitar Lombok, memberikan perawatan kepada korban, dan penanganan pengungsi. Saya minta evakuasi yang belum ditemukan untuk menjadi prioritas,” ujar Jokowi.

(BacaTentara Lakukan Terapi Trauma Healing Pada Anak-Anak Korban Gempa Lombok)

Sejak awal menerima laporan bencana gempa di NTB pada 29 Juli 2018 lalu, Jokowi terus memantau proses penanganan pascabencana di NTB.

“Saya mendapat laporan dari lapangan proses pencarian korban terus dilakukan secara intensif dan sudah banyak mulai mengerahkan alat-alat berat,” ucapnya.

Selama proses tanggap darurat ini, Jokowi ingin jajarannya memastikan segala kebutuhan para korban terdampak gempa terpenuhi. Pemerintah dan sejumlah pihak dalam beberapa waktu belakangan juga telah mengirimkan bantuan bagi saudara kita yang terdampak gempa.

“Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa saya minta untuk dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, serta yang berkaitan dengan listrik,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

(BacaBatalyon Zeni Tempur 10 Kostrad Bersihkan Jalur Evakuasi di Kayangan Lombok)

Nantinya, setelah proses tanggap darurat berakhir, pemerintah akan mulai berfokus pada perbaikan rumah-rumah masyarakat maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta kepada BNPB yang dibantu oleh kementerian maupun lembaga terkait juga pemerintah daerah untuk memberikan edukasi mengenai kesiapan dan prosedur saat terjadinya bencana alam kepada masyarakat. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat selalu siap sedia dan meminimalisir jumlah korban jiwa bila sewaktu-waktu bencana alam datang melanda.

(BacaPenyaluran Bantuan Terkendala Sulitnya Medan)

“Saya minta BNPB dibantu seluruh kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah utamanya pemerintah provinsi serta kabupaten, untuk lebih gencar lagi melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat terutama di daerah yang rawan bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat karena telah memberikan bantuan secara maksimal dalam penanganan pasca-gempa di NTB. (johara/ys)