Saturday, 15 December 2018

KH Ma’ruf Amin Ungkap Kronologi Dia Dipilih Jadi Cawapres

Jumat, 10 Agustus 2018 — 21:20 WIB
KH. Ma'aruf Amin saat berkunjung ke kantor DPP PPP. cw2)

KH. Ma'aruf Amin saat berkunjung ke kantor DPP PPP. cw2)

JAKARTA – KH Ma’aruf Amin berkunjung ke DPP PPP guna bersilahturahmi dengan jajaran dari PPP, Jumat (10/8/2018) sore. Ma’aruf lantas menceritakan bagaimana akhirnya ia sipilih menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Joko Widodo (Jokowi).

Ma’aruf mengaku ketika dirinya diusulkan untuk menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019, ia tidak menyiapkan tim untuk itu. Karena menurutnya, jika memang hal tersebut baik baginya, maka jalannya akan dimudahkan.

Dan pada kemarin sore, ketika ia sedang menggalang dana untuk korban gempa di Lombok, ia dihubungi oleh Ketua Umum PPP M Romahurmuziy dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno putri.

“Katanya sudah mengarah ke Pak Mahfud? ‘Ngga, ini ada arah baru’ katanya (Romy), ‘muter’. Setengah lima (sore) Pak Romy kasih tahu saya. Jam 5, Bu Mega juga nelepon saya,” ujar Ma’aruf di Gedung DPP PPP, Jalan Diponegoro no. 60, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut ia mengatakan, ia sebenarnya sudah merasa nyaman menjadi seorang ulama. Namun menurutnya, jika memang sosoknya dibutuhkan oleh Indonesia, maka ia pun siap turun sebagai cawapres.

“Kalau Negara membutuhkan saya, saya siap. Ulama itu kan begitu kalau dibutuhkan manfaat harus siap,” terangnya.

Ia pun menambahkan, bukan hanya dari kalangan politisi, pengusaha dan tentara saja yang diperbolehkan maju ke Pemilihan Presiden (Pilpres). Sebab, tidak ada larangan pula seorang tokoh agama menjadi Cawapres. “Waktu Gus Dur jadi Presiden juga boleh, ketika saya jadi Cawapres masa tidak boleh,” tandas Ma’aruf. (cw2/win)