Wednesday, 19 September 2018

Ngetem Sembarangan, Sopir Angkot Kena Hukuman Push-up di Tepi Jalan

Jumat, 10 Agustus 2018 — 23:45 WIB
Pengemudi angkutan umum yang diberi sanksi push up oleh petugas. (ifand)

Pengemudi angkutan umum yang diberi sanksi push up oleh petugas. (ifand)

JAKARTA – Kerap dikuasai angkutan umum, pedagang kaki-5 dan tempat parkir liar, operasi tertib lalu lintas digelar petugas gabungan Kecamatan Jatinegara dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Jumat (10/8/2018). Kawasan di depan Stasiun Jatinegara, dan Jalan Bekasi Barat, disasar petugas yang menindak berbagai pelanggar.

Dalam operasi itu, petugas Dishub yang tiba di lokasi langsung menindak belasan motor dan langsung dikenakan sanksi operasi cabut pentil (OCP). Sementara itu petugas Kepolisian juga nampak memberikan sanksi tilang kepada pengendara yang melintas di jalur busway. Tak mau ketinggalan, petugas Satpol PP pun melakukan penertiban kepada para pedagang kaki-5 untuk tidak berdagang di atas trotoar.

Dalam operasi itu juga, sempat terjadi kericuhan lantaran seorang sopir angkot melontarkan kata kasar ke seluruh petugas. Tindakan itu terjadi karena pengemudi angkot tidak mau ditilang. Beruntung petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung mengamankan pengemudi angkot tersebut.

Satu pengemudi angkutan umum lain pun dikenakan sanksi push-up lantaran memarkirkan angkotnya secara sembarangan.

Camat Jatinegara Nasrudin Abubakar mengatakan, operasi digelar pihaknya untuk menertibkan kawasan tersebut. Pasalnya, di lokasi itu, merupakan kawasan unggulan tertib kota di Jakarta Timur. “Karena itu, pengawasan ektra terus kami lakukan dikawasan ini agar tak ada lagi angkutan umum, pedagang kaki-5 dan tempat parkir liar,” katanya, Jumat (10/8/2018).

(BacaDitertibkan, PKL di Jatinegara: Ampun Pak, Jangan Bawa Gerobaknya)

Dari operasi itu, kata camat, pihaknya menertibkan pedagang kaki-5 yang melanggar aturan. Meski begitu, ada juga beberapa pedagang kaki-5  yang kami imbau agar tidak menempati trotoar sebagai lapak jualan. “Penindakan humanis seperti ini yang kami lakukan sampai mereka bosan,” ujarnya.

Menurut Nasrudin, wilayah di sekitar Stasiun Jatinegara harus benar-benar steril karena di lokasi itu terdapat Sentra Batu Akik, Rawabening. Tempat itu merupakan pusat penjualan cinderamata selama Asian Games 2018 berlangsung. “Gems center, pusat batu akik kami siapkan sebagai destinasi tujuan wisata belanja para atlet maupun ofisial Asian Games,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan menambahkan, untuk menghindari adanya angkutan umum yang ngetem sembarang, pihaknya akan menempatkan petugas di beberapa titik yang dianggap rawan untuk dijadikan tempat ngetem para supir angkot.

“Dengan menyiagakan petugas, pastinya akan menghadang angkutan umum untuk ngetem sembarangan,” pungkasnya. (ifand/ys)