Thursday, 20 September 2018

Waduh…Jumlah ODGJ di Tangsel Lebih dari 106 Ribu

Jumat, 10 Agustus 2018 — 13:33 WIB
Salah satu kegiatan jajaran Satpol PP Kota Tangsel saat menertibkan penyandang masalah kejehateraan sosial (PMKS). (ist/anton)

Salah satu kegiatan jajaran Satpol PP Kota Tangsel saat menertibkan penyandang masalah kejehateraan sosial (PMKS). (ist/anton)

TANGSEL  – Waduh.. Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jumlah warga yang diduga memiliki atau mengalami penyakit gangguan jiwa mencapai lebih dari 106 ribu orang dari jumlah 1,6 juta jiwa penduduk.

Data jumlah warga Kota Tangsel yang diduga memiliki atau mengalami penyakit gangguan jiwa ini mungkin saja dapat bertambah karena banyak warga yang tidak melaporkan keluarganya  yang sakit ke instansi terkait, kata Kepala Bidang Pencagahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Tulus Muladiyono, Jumat (10/8/2018).

“Masih banyak yang tidak terdata. Karena ada juga ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang disembunyikan pihak keluarganya dengan alasan malu dan menjadi aib,” tuturnya.

Dia  berharap warga yang memiliki sanak family atau keluarga ODGJ hendaknya melaporkan ke puskesmas terdekat , bila tidak dapat ditangani tentunya akan di rujuk ke RSJ Bogor dan Grogok, Jakarta.

Dari data yang ada di Dinkes Tangsel,  jumlah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (OMDK) mencapai enam persen  atau 106 ribu jiwa dari 1,6 juta jiwa jumlah penduduk Kota Tangsel.

Ia menambahkan penyebabnya memang ada berbagai faktor seperti kurangnya komunikasi dengan lingkungan keluarga, dampak negatif teknologi, stres serta persoalan kejiwaan.

Namun biasanya memang permasalah di perkotaan tingkat kestresan yang cukup tinggi. Karena kerja maupun lalu lintas yang padat. Macet orang cepat stress.

Guna menekan OMDK, imbuh dia, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk penanganannya juga bukan hanya dari pemerintah daerah semata tapi pihak keluarga dan lingkungan membantu dan mengantisipasi OMDK. (anton/tri)