Friday, 19 October 2018

Begini Hitungannya Kenapa Kursi Wagub DKI Jatah PKS

Sabtu, 11 Agustus 2018 — 13:45 WIB
Juru Bicara DPP PKS Muhammad Kholid .(ikbal)

Juru Bicara DPP PKS Muhammad Kholid .(ikbal)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim paling berhak mengisi kekosongan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sepeninggal Sandiaga Uno.

Juru Bicara DPP PKS Muhammad Kholid mengatakan hak tersebut didapatkan setelah partainya merelakan kesempatan mengajukan  kadernya sebagai menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

“Dalam politik ketika terjadi proses negosiasi terjadi proses kesepakatan-kesepakatan yang untungkan seluruh anggota koalisi, termasuk kesepakatan Gerindra dan PKS di DKI. Anda bisa terjemahkan sendiri kesepakatan seperti apa yang menguntungkan,” ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

(Baca : M. Taufik ‘Pede’ Sebut Dirinya akan Ditunjuk Gerinda Jadi Wagubnya Anies)

Kholid menjelaskan dalam kesepakatan yang terjadi antara Gerindra dan PKS yang membuahkan keputusan duet Prabowo – Sandi pada Pilpres 2019, disinggung juga perihal kursi Wakil Gubernur DKI.

Menurutnya, PKS seharusnya mendapatkan ‘jatah’ kursi di Balaikota setelah merelakan Salim Segaf Aljufri tidak mendampingi Prabowo meskipun Ketua Majelis Syuro PKS itu juga direkomendasikan melalui ijtima ulama.

” Tentunya Ketika PKS tidak jadi cawapres, tentunya itu (kursi wakil gubernur) lebih di berikan kepada PKS, seharusnya begitu,” imbuh Kholid.

Pada bursa calon pengganti Sandi ada dua nama yang disebut-sebut memiliki peluang besar. Dari PKS ada nama Ketua DPP PKS Mardani  Ali Sera, sedangkan dari Gerinda yakni Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik. (ikbal/tri)