Tuesday, 14 August 2018

Berebut Cawapres Prabowo yang Mujur Malah Sandiaga

Sabtu, 11 Agustus 2018 — 6:25 WIB
sandiaga

SETELAH pusing ditarik ke sana kemari untuk menentukan Cawapresnya, akhirnya Prabowo cari yang paling aman: Sandiaga Uno sajalah! Di samping tak timbulkan kecemburuan parpol pendukung macam PKS-PAN-Demokrat, Wagub DKI ini pengusaha yang “bergizi”. Jika sedang milik, rejeki memang takkan lari ke mana-mana.

Makin mendekati hari akhir pendaftaran Capres-Cawapres, Prabowo memang pusing tujuh kelilling. Ya pusing dikejar deadline, juga pusing didesak-desak partai mitra koalisinya. Bayangkan, PKS sodorkan Cawapres Salim Segaf Aljufri, Demokrat AHY dan PAN Zulkifli Hasan. Jika ambil salah satu dari mereka, parpol yang kecewa bisa tinggalkan koalisi.

Maka ketimbang pusing terus bisa bikin stroke, ya sudahlah ambil kader sendiri, Sandiaga Uno, yang selama ini jadi Wakil Ketua Dewan Pembina. Jadi klop sudah, semua orang dalam. Capresnya Ketum Gerindra, Cawapresnyas Wakil Ketua Dewan Pembina. Soal pemilihnya nanti jadi yang itu-itu saja, bodo amatlah!

Soal elektabilitas bagi Prabowo agaknya urusan nomer sekian, yang penting Cawapres ini sangat “bergizi” dan kaya vitamin. Menurut LHKPN saat mau Nyawagub, aset Sandiaga sebagai pengusaha hampir Rp 4 triliun. Ini kan sangat membantu logistik Prabowo yang kabarnya sudah menipis. Indikasinya, Prabowo sudah buka dompet “Galang Perjuangan”, untuk membiayai ikut Pilpres.

Nama Sandiaga Uno selama ini memang tak pernah diperhitungkan dan diperbincangkan sebagai Cawapres. Yang heboh dalam pusaran Cawapres Prabowo hanyalah AHY, Salim Segaf Aljufri, Ustadz Abdul Somad, Anies Baswedan. Jadi ibarat orang berebut bola Cawapres, Demokrat-PAN-PKS sudah bergulat dan berguling-guling di lapangan hijau, bola itu melesat dan disamber Sandiaga Uno.

Jika pinjam istilah Fadli Zon, itulah rejeki anak saleh. Parpol lain sangat memimpikan posisi itu, malah tak dapat. Sedangkan Sandiaga Uno yang tahu diri, sama sekali tak pernah memikirkan. Boro-boro ngurus negara, ngurus DKI saja pusingnya setengah mati. Tiba-tiba dewi Fortuna menghampiri, dalam pidato deklarasinya Prabowo Sandiaga mendadak dilabeli sebagai santri.

Deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno digelar kemarin malam. Kalau jadi (menang), ini memang rejeki nomplok bagi Sandiaga Uno. Meski untuk itu harus kenyang tuduhan bayar Rp 500 miliar untuk PAN-PKS, sementara juragannya dicap jendral kardus. (gunarso ts)