Tuesday, 25 September 2018

Diperes Sampai Rp 10 Juta Padahal Belum Apa-Apa

Sabtu, 11 Agustus 2018 — 8:05 WIB
peras

APES betul nasib Rohidi, 35, warga Solo (Jateng) ini. Jadi praktisi selingkuh pemula, malah ketemu “sindikat” pemerasan. Dia terpaksa bayar Rp 10 juta karena bawa istri Jayadi, 30, ke kamar hotel. Padahal di kamar belum apa-apa. Setelah tahu Jayadi memang pekerjaannya begituan, Rohidi pun lapor polisi.

Orang menganggur kadang menjadi banyak ide, meski ide itu bisa merugikan pihak lain. Beberapa waktu lalu pernah ada eks peserta Pilkada di Banyumas (kalah), karena bangkrut lalu bisnis lelang keperawanan lewat online. Tapi ibarat pedagang K-5, baru laku beberapa biji Aris Wahyudi sudah ditangkap polisi Bekasi.

Jayadi warga Semanggi Kelurahan Kenteng, Pasar Kliwon Solo, rupanya termasuk penganggur yang banyak ide itu. Punya bini cantik tapi tak punya penghasilan memang menyedihkan. Dia jadi kurang bergairah pada istri sendiri, karena pikiran berkutat bagaimana menyelesaikan masalah ekonomi. Sebab bagaimanapun, urusan di bawah perut bisa kalah denga urusan perut itu sendiri.

Istri Jayadi yang bernama Tarinah, 27, memang cukup cantik di kelasnya, punya label Putri Solo lagi. Kulitnya hitam manis, bila tertawa dekik pipine (lesung pipi). Jalannnya apa lagi, Tarinah sungguh seperti macan luwe (lapar), padahal aslinya memang lapar betulan. Soalnya suami tak punya pekerjaan tetap, sehingga makan sehari-hari serba kerepotan.

Jayadi kemudian muncul idenya, untuk mengkomersilkan istrinya, ketimbang di rumah kurang optimal sebagai istri. Ternyata Tarinah tak keberatan. Maka melalui FB istrinya mulai menjaring konsumen. Masuklah kemudian Rohidi, warga Solo juga. Lelaki ini memang dalam status duda sehingga lama tidak ngetap olie. Melihat penampilan Tarinah yang cukup cantik, nafsunya langsung mengerucut.

Mereka janjian di sebuah hotel daerah Nggajahan. Dalam pengakuannya di FB, Tarinah ini seorang janda yang kesulitan untuk membeli susu buat anak bayinya. Maka Rohidi menjadi iba. Sambil menyelam minum air lah. Ya nyumbang uang, tapi dapat goyang.

Seperti memang sudah diatur antara Tarinah dengan Jayadi suaminya. Ketika Rohidi baru hendak pemanasan, kamar hotel sudah diketuk lelaki yang ternyata Jayadi. Meski Tarinah dan “konsumen”-nya masih berpakaian lengkap, Jayadi sudah menuduh keduanya sudah berbuat mesum. “Saya harus lapor polisi.” Ancam Jayadi.

Tentu saja Rohidi panik. Melihat korban panik, kemudiann suami Tarinah ini mengajak damai. Kasus ini takkan diteruskan ke polisi asal memberikan uang kompensasi Rp 10 juta. Ketimbang malu ketahuan keluarga besar di rumah, akhirnya permintaan Jayadi itu pun dibayar juga, meski belum sempat ngapain.

Tapi setelah Rohidi membayar, menemukan kecurigaan bahwa Jayadi-Tarinah memang bekerjasama untuk memeras orang. Maka Rohidi pun lapor ke polisi dan Jayadi-Tarinah ditangkap. Dalam pemeriksaan Rohidi mengaku, baru kali ini mengkomersilkan istrinya. Uang Rp 10 juta sudah ludes untuk bayar utang-utang di warung. Jayadi pun jadi tersangka, meski Tarinah masih berstatus saksi.

Tega ya, istri sendiri dianggap komoditas non migas. (JPNN/Gunarso TS)