Wednesday, 17 October 2018

Kepala BMKG Ajak Masyarakat NTB Bangkit dari Duka Gempa

Sabtu, 11 Agustus 2018 — 13:11 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat meninjau lokasi gempa bumi di Lombok.(Ist/BMKG)

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat meninjau lokasi gempa bumi di Lombok.(Ist/BMKG)

JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengajak masyarakat NTB segera bangkit dari duka gempa.

Ajakan tersebut disampaikan Dwikorita saat mengunjungi sejumlah titik pengungsian di Pringgabaya, Lombok Timur, Jumat (11/8/2018).

“Saya berharap masyarakat Lombok dan korban gempa dapat cepat pulih dan bangkit kembali serta mampu beraktivitas seperti semula. Lombok harus segera bangkit,” ungkapnya.

Bencana alam, menurut dia, merupakan ujian dari Tuhan agar kehidupan manusia menjadi lebih baik dan kuat, sehingga harus mampu melewati cobaan tersebut.

“Gempa bumi, longsor, tsunami, banjir bandang, gunung meletus dan lain sebagainya adalah salah satu ujian dari Tuhan. Saya yakin jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insya Allah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Dwikorita juga meminta seluruh korban bencana alam agar bersabar untuk menunggu upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah daerah dan pusat.

Diketahui, gempa berkekuatan M = 7.0 mengguncang Lombok, Minggu malam (5/8). Pusat gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur atau pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani, di kedalaman 15 kilometer.

Hingga Jumat (10/8/2018), jumlah korban tewas mencapai 321 orang. Gempa juga menyebabkan 270.168 orang mengungsi.

Mengenai gempa susulan, Dwikorita mengatakan bahwa kemungkinan masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan dengan kecenderungan gempa yang semakin melemah secara fluktuatif.

“Kami tetap mengimbau agar warga tetap tenang namun waspada. BMKG secara terus menerus memantau perkembangan kegempaan ini selama 24 jam dan menginformasikannya kepada masyarakat,” imbuhnya.

Hingga siaran pers ini diturunkan, Sabtu  08.00 WITA, sedikitnya telah terjadi 521 gempa susulan dari gempa 7,0 Magnitudo  yang terjadi pada Minggu (5/8/2018). Dari jumlah tersebut, 21 goncangan gempa dirasakan masyarakat Lombok, Nusat Tenggara Barat.(tri)