Tuesday, 11 December 2018

Nelayan Muara Baru Jangan Berkelahi Karena Beda Pilihan, Susi : Nanti Saya Tenggelamkan

Sabtu, 11 Agustus 2018 — 14:54 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  di Festival Muara Baru.(yendhi)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Festival Muara Baru.(yendhi)

JAKARTA –  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ancam tenggelamkan nelayan yang berkelahi karena perbedaan pandangan politik dalam kontestasi Pemilihan Peresiden (Pilpres) 2019.

Susi berharap kepada para nelayan khususnya warga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara agar fokus pada profesinya untuk mencari ikan demi memperbaiki ekonomi keluarga.

“Yang penting saya nggak mau dengar di Muara Baru berkelahi gara-gara Pilpres. Tidak boleh ada. Cari ikan yang banyak, bawa pulang ikan, bawa uang untuk keluarga bangun ekonomi. Setuju ya? Pokoknya kalau ada yang berkelahi gara-gara Pilpres ibu tenggelemin. Itu aja,” tegas Susi didepan nelayan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (11/8/2018).

Kandidat calon presiden dan calon wakil presiden sendiri sudah di umumkan dari masing-masing partai koalisi yakni pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Susi pun menyambut baik dua nama pasangan tersebut. Dia tidak mau lagi ada yang menanyakan terkait dirinya yang bakal diusung salah satu partai menjadi kandidat cawapres. Pasalnya, nama capres dan cawapres sudah di umumkan.

(Baca : Anies Mengaku Sudah Lama Tahu Sandiaga Bakal Cawapres)

Susi mengajak kepada semua elemen masyarakat agar tetap menjaga kerukunan meski berbeda dukungan dalam pesta demokrasi Pilpres 2019.

“Tinggal kita semua berbeda golongan dan partai jangan berantem. Rugi kalian kalau berantem untuk apa? Yang punya kuasa nanti peduli kalian beranten? Tidak. Damai saja, rukun saja, agama kita berbeda-beda tapi tidak perlu perbedaan itu jadi sumber perpecahan dan permusuhan. Tidak boleh itu, yang damai,” pesannya.

Menteri Susi tidak melarang warga bersikap keras namun sikap itu hanya untuk membela hal baik atau ditujukan kepada orang jahat.

“Kita boleh keras, kayak ibu keras, ya hanya ke pencuri ikan. Kalau ke orang baik ibu juga baik. Kalau kejahatan mesti kita lawan. Tapi kalau kompetisi demokrasi tidak boleh berantem. Apalagi sumpah-serapa, caci memaki tidak boleh rugi sendiri kalian,” pungkas Susi. (Yendhi/tri)