Saturday, 20 October 2018

Pelanggan Pelacur Bau Kencur

Sabtu, 11 Agustus 2018 — 6:45 WIB
mampir ke apartemen

BAHWA kejahatan saat ini banyak dilakukan juga oleh ABG, anak baru gede sudah sering terjadi. Mereka terlibat berbagai kasus kriminal, sangat meprihatinkan. Pun mereka juga terlibat pelacuran, inilah yang sangat- sangat memprihatinkan.

Pelacur dan langganannya masih belia, artinya dibawah umur. Sudah melakukan jual beli seks. Mereka kayak orang dewasa. Bisa jadi  sudah ketagihan, menjadi langganan tetap dalam satu lokasi, yang dikelola oleh para mucikari.

Ini juga sebab dari penutupan satu lokasi pelacuran di Surabaya, oleh walikota setempat yang  prihatin ketika tahu bahwa pelanggan lokasi tersebut ada juga anak-anak baru gede, usia SMP.

Belakangan, pelacuran tersebnut justru dilakukan di tempat-tempat hunian seperti apartemen. Sangat memprihatinkan. Apartemen, di bangun seyogyanya buat kebutuhan tempat tinggal, karena lahan sudah sempit. Tapi, kok malah buat loaksi pelacuran?

Lalu bagaimana masyarakat  yang tinggal dalan satu apartemen tersebut? Apa nggak risih? Misalnya, si penghuni lelaki, bisa juga dicurigai keluarga, bisa mapir ke salah satu kamar yang ada pelacurnya? Kemudian bagaimana juga dengan anak-anak yang tinggal di situ terpengaruh?

Kayaknya bukan saja peraturan yang harus dibenahi, tapi juga pengawasan yang sangat ketat dari pemerintah dan juga pemilik agar apartemen tetap sesuai fungsinya, yakni untuk hunian.

Bagi para pelaku, terutama mucikari harus ditindak secara tegas. Hukum seberat-beratnya. Bagi si pelanggan, ini urusan pengawasan ada pada orang tuanya.

“Wahai anak-anak muda, jangan kalian dekati maksiat. Nikmat sementara, tapi akan mendapat sengsara sepanjang masa!” Percaya, deh!. (massoes)