Thursday, 20 September 2018

Dukun Sudah Bau Tanah Sekap Gadis Selama 15 Tahun

Minggu, 12 Agustus 2018 — 5:00 WIB
NID1208

Sudah tua, bahkan sudah bau tanah, Mbah Jago, 83, tega menyekap gadis selama 15 tahun. Berkat ilmu hitamnya, Murni, 30, tak ingat pulang. Selama tiga pelita itu pula sigadis dihamili berulangkali dan kemudian digugurkan. Ketika kembali pada keluarga Murni sudah linglung. Mbah Jago kini ditahan polisi.

Sudah tua masih digandeng jadi Cawapres, itu berarti punya prestasi. Tapi jika sudah jompo masih mengedepankan syahwat, jelas itu kakek-kakek bejad. Dalam usia kepala delapan, mestinya kan banyak mencari pahala, bukannya malah sibuk urusan paha. Terlalu memprioritaskan mengejar surga dunia, bisa-bisa tak kebagian surga akhirat yang janatu naim lho.

Sepertinya dukun itu kalau nggak cabul kok  kurang afdol. Mbah Jago yang tinggal di Desa Bajugan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, termasuk dukun yang nafsunya mudah mengerucut asal melihat gadis cantik. Kebetulan dia dukun terkenal di wilayahnya, sehingga peluang mendapatkan gadis mulus selalu terbuka.

Mbah Jago memang suka “daun muda”. Bukan daun popohan atau kemangi untuk lalap, melainkan daun muda dalam artis wanita muda. Padahal umumnya lelaki, semakin tambah usia selera akan wanita juga semakin tua pula. Usia di atas 80 tahun kencani gadis muda kan jadi ingat anak di rumah.

Dukun dari Sulteng ini sudah tidak peduli lagi. Ketika usia sekitar  63 tahun di tahun 2003, justru Mbah Jago tergila-gila pada ABG tetangga, Murni. Setiap melihat gadis tetangga yang satu ini, serta merta nafsunya mengerucut. Dan sekali waktu gadis ABG itu melintas depan rumahnya. Langsung saja disergap dan disekap di “gua” bebatuan belakang rumahnya.

Berkat ilmu yang dimiliki Abah Jago, Murni langsung diem, tak pernah teriak-teriak minta tolong. Di sinilah si dukun mulai memuaskan nafsunya yang selalu mengerucut itu. Asal dia diam-diam ke gua bebatuan di belakang rumah, tujuannya tak lain ya sekedar untuk “ngetap olie”.

Keluarga Murni sejak gadis itu menghilang, sudah mencoba mencari ke mana-mana, tapi tak pernah curiga dan kepikiran pada Mbah Jago. Sebagai tetangga, si dukun juga bersikap ikut empati dan prihatin. Sama sekali tak terlihat bahwa sesungguhnya dia sendiri yang menjadi aktor intelektualnya.

Karena berbulan-bulan tak kunjung ketemu, keluarga menganggap Murni hilang atau mati tanpa diketahui di mana makamnya. Mereka pun sudah mengiklaskannya. Nah, semakin dilupakan, Mbah Jago semakin keasyikan. Dari balik gua bebatuan dia selalu memuaskan syahwatnya.
Paling gila, adegan mesum itu selalu disaksikan istri sendiri, karena alasannya untuk menambah kesaktiannya. Bahkan makan minum yang menyediakan juga sang istri. Dan selama dalam sekapan pula, berulang kali Murni hamil, tapi selalu digugurkan dengan reramuan dedaunan.

Kelakuan Mbah Jago baru terungkap 15 tahun kemudian, ketika beberapa hari lalu kakak Murni melihat sekelebat adiknya di rumah Mbah Jago. Polisi pun dihubungi dan si kakek dukun itu ditangkap bersama istrinya, sementara Murni yang kadung linglung diserahkan ke psikiater.
Dalam pemeriksaan, Mbah Jago mengaku penyekapan dan persetubuhan atas gadis Murni karena perintah jin Johansen. Jadi si dukun sekedar pelaksana belaka. Tentu saja polisi tak semudah itu percaya omongan Mbah Jago. Masa iya jin kok ngurusi yang begituan.
Itu sih jin kurang kerjaan. (JPNN/Gunarso TS)