Wednesday, 19 September 2018

Berharap Wagub Berkualitas

Senin, 13 Agustus 2018 — 5:29 WIB

SANDIAGA Uno mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Pasca resmi nyawapres, pencetus OKE OCE mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta.

Surat pengunduran diri diserahkan langsung oleh Sandiaga kepada Gubernur Anies Baswedan dengan mengacu pada pasal 78 UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Meski berdasarkan UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum, gubernur atau wagub yang akan nyapres atau nyawapres tidak diharuskan mundur dari jabatannya dan cuma meminta izin kepada presiden, tetapi tepat pada 9 Agustus, Sandiaga keukeuh memilih meninggalkan Kursi DKI-2.

Pasca kosongnya Kursi DKI-2, kini dua partai pengusung Anies-Sandiaga yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra  sibuk berebut mendorong kadernya untuk mengisi jabatan wagub.

PKS mengklaim paling berhak mengisi kekosongan Kursi DKI-2. Begitupula dengan Gerindra juga menyatakan siap menjadikan kadernya menggantikan  Sandiaga.

Memang sesuai dengan aturan, bila gubernur maupun  wagub  mengundurkan diri karena nyapres,  nyawapres atau hal lain, yang berhak memilih penggantinya partai politik yang mengusungnya.

Publik pun tahu bahwa Anies-Sandiaga pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta beberapa waktu lalu diusung PKS dan Gerindra. Karena itu  yang berhak menentukan pengganti Sandiaga adalah dua partai politik itu.

Aturan sudah ditetapkan, tetapi tidak ada salahnya bila di masa datang bisa direvisi. Idealnya, pengganti gubernur maupun wagub yang nyapres atau nyawapres dipilih oleh rakyat.

Contoh Jakarta. Sandiaga mundur maka penggantinya boleh saja diusulkan partai politik yang mengusungnya karena memang merekalah  yang berhak, tetapi  terlebih dahulu harus melalui persetujuan Gubernur Anies, setelah itu  diserahkan ke publik untuk memilihnya bukan DPRD.

Mekanisme ini dirasa yang paling  fair  untuk penggantian gubernur dan wagub di masa datang bila mereka mundur. Untuk sekarang, pubik hanya berharap PKS dan Gerindra memilih tokoh berkualitas atau setidaknya setimpal dengan Sandiaga yang punya gagasan  serta program-program brilian.

Tempatkanlah tokoh yang rekam jejaknya oke,  mampu mengayomi seluruh warga, mensejahterakan warga, memajukan Jakarta dan tentu bisa  bekerjasama dengan gubernur sekarang. Hindari menyodorkan tokoh yang asal-asalan, sehingga tidak merugikan Jakarta. @*