Wednesday, 21 November 2018

Rosid Disebut Oknum Guru Tiap Minggu Berbuat Saru

Senin, 13 Agustus 2018 — 8:05 WIB
NID oknum Guru

SEBAGAI guru yang mengajar di MI (Madrasah Ibtidaiyah), mestinya pemahaman agam Rosid, 45, cukup kuat. Tapi ternyata, terhadap anak tirinya, Salbiah, 17, pak guru doyan juga.  Tiap minggu mengajak anak tirinya berbuat saru. Maka pendidik yang sangat dihormati para peserta didik itu terpaksa disebut oknum.

Di era gombalisasi ini, lelaki gombal memang semakin banyak. Penampilan tak sesuai dengan karakter aslinya. Kelihatannya santun, tapi kerjasama dengan setan selalu rukun. Jadi bapak tiri misalnya, banyak juga yang demen pada anak bawaan istri. Ini kan jadi manusia pemakan segala, dengan emaknya mau pada anak tiri juga kagak nolak. Orang Jawa bilang: jan dremba (rakus) banget.

Rosid yang tinggal di Karangkepoh Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, di kampungnya termasuk tokoh masyarakat. Sebab sehari-hari dia adalah guru madrasah ibtidaiyah. Dari dulu profesi guru selalu dihormati dan disegani, sebab profesi dia adalah mencetak para generasi muda penerus bangsa.

Pak Guru Rosid juga kajen keringan di kampungnya, menjadi tempat bertanya para tetangga. Itu penampilan luar. Tapi apa sesungguhnya karakter dia juga paralel dengan penampilan dan profesinya. Justru ngrujak sentul alias ngalor ngidul (bertentangan).

Bagaimana tidak? Pekerjaannya guru madrasah, tapi kelakuannya tak bisa untuk percontohan. Kenapa begitu? Karena Rosid ternyata diam-diam jadi “sastro pandelepan” alias petualang seksual. Di rumah sudah ada istri, tapi masih nginceng juga anak tirinya, Salbiah yang belakangan semakin nampak sekel nan cemekel.

Asal melihat Salbiah, otaknya selalu ngeres, sehingga nafsunya pun mengerucut. Setan melihat gejala ini langsung saja ngompori. Katanya, Salbiah memang gadis generasi milenial yang sekaligus juga kenyal. Pendek kata setan siap jadi timsesnya. Tak perlu dana operasional sampai miliaran, disediakan bakaran kemenyan dan  rendeman kembang juga sudah cukup. Namanya juga setan.

Mulailah Rosid melobi Salbiah. Pagi-pagi habis subuh, kamarnya disatroni dan diajak berwisata asmara. Awalnya menolak, tapi karena diancam tak dibiayai sekolahnya di SMA, akhirnya bertekuk lutut dan berbuka paha juga.

Sejak itu hampir setiap minggu Salbiah diajak berbuat saru. Tapi lama-lama gadis ABG ini capek juga, sehingga mengadu pada orangtuanya. Wah, tentu saja warga kampung Karangkepoh jadi gempar. Masak iya sih, guru MI kok berbuat tidak senonoh pada anak tiri sendiri. Sejak itu pula Rosid disebut oknum guru MI.

Sesuai dengan laporan orangtua Salbiah, pak guru Rosid ditangkap polisi Polres Semarang. Dalam pemeriksaan oknum guru MI ini mengakui bahwa sudah lama tertarik pada anak tirinya itu. Sebagai guru MI dia menyadari bahwa hal seperti itu tak boleh dilakukan. Tapi setan selalu memprovokatori, akhirnya ya apa boleh buat…..

Setan dijadikan kambing hitam, kira-kira protes nggak ya? (KR/Gunarso TS)