Tuesday, 25 September 2018

SBY Dapat Posisi Terhormat Dalam Tim Pemenangan Prabowo – Sandi

Senin, 13 Agustus 2018 — 11:33 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.(ikbal)

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.(ikbal)

JAKARTA –  Meski hubungan Partai Gerindra dan Demokrat sempat memanas, namun Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani memastikan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masuk dalam struktur tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Detik-detik pendaftaran pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Partai Demokrat akhirnya melunak dan bergabung ke partai pengusung Prabowo-Sandiaga yang semula hanya Gerindra-PAN-PKS.

Kendati demikian, Muzani sebut tidak akan membeda-bedakan partai koalisi yang kini mengusung Prabowo-Sandiaga yakni Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, dan Berkarya.

“Termasuk pak SBY dan para ketum parpol lainnya,” kata Muzani di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Sebagai ketua umum (ketum) Demokrat, SBY akan mendapatkan posisi terhormat, begitu juga dengan ketum parpol lainnya.

“Masing-masing ketum pengusung harus ditempatkan di tempat yang terhormat karena ketum sangat penting dalam penentuan kebijakan parpolnya dan kebijakan parpol akan dituangkan dalam platform perjuangan capres cawapres. Karena itu penempatan para ketum bagi kami adalah sesuatu yang sangat penting,” beber Muzani.

Sebelumnya, mendekati pengumuman nama cawapres pendamping Prabowo, antara Gerindra dan Demokrat sempat memanas lantaran partai belambang Mercy menyebut Prabowo sebagai ‘jenderal kardus’ dan menuding Sandiaga memberi mahar kepada PAN dan PKS Rp 500 miliar.

Uang yang berasal dari kantong pribadi Sandiaga itu disebut-sebut sebagai upaya untuk menyetujui Sandiaga menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto. Hal itu lantaran, Ketua Umum Partai Gerindra dan mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu sama-sama berasal dari partai Gerindra. (yendhi/mb)