Monday, 27 May 2019

Dicap Sarang Prostitusi, Penghuni Apartemen Kalibata City Geram

Selasa, 14 Agustus 2018 — 6:08 WIB
kalibata

JAKARTA – Perwakilan penghuni Apartemen Kalibata City mengaku geram akibat tempat tinggal mereka dijadikan sarang prostitusi lendir ABG. Untuk itu pihaknya bersama pengelola apartemen bakal mendata ulang kembali 13.700 kamar apartemen dan rusunami tersebut.

Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Musdalifah mengatakan pihaknya tidak terima huniannya disebut sebagai sarang prostitusi karena dari total 137 ribu unit yang disalahgunakan hanya 5-6 unit.

“Dari 13.700 unit, boleh dibayangkan, yang ketangkap itu 5-6 unit. Tapi dibilang di sini sarang prostitusi. Kita di sini kayak di Gang Doli gitu lo. Di bawah itu orang jilbaban lo, sampai sedih mereka. Mereka kok kayak begini padahal Kalibata City tidak seperti itu,” ujar Musdalifah.

“Kasihan mereka yang betul-betul penghuni di sini. Padahal penghuni yang benar hebohnya dari luar keluarga melihat karena pemberitaan. Maka dari itu kami bersama pengelola mendata ulang penghuni satu persatu kami data agar tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasilnya penghuni di Kalibata City kebanyakan 40 persen penduduk asli tinggal dan 60 persen mereka sewa dari 13.700 unit.

Pihaknya tak bisa mengawasi seluruh unit. Karena itu, dia mengajak pemilik unit menjaga propertinya dan, bila ingin menyewakan, harus dilihat profil penyewanya.

“Pengawasan sebenarnya lebih dari cukup. Dibantu P3SRS juga. Kami melakukan gerakan tertib hunian, sengaja kita laksanakan ini. Kalau didapatkan di dalam lebih dari 4 wanita dengan 1 pria, itu sudah ciri, itu langsung diamankan,” ungkapnya.

General Manager Kalibata City Ishak Lopung mengatakan, pihaknya membantah bahwa dirinya kerap kecolongan dengan aparat polisi, bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Metro untuk membasmi praktik prostitusi di Kalibata City.

“Kami koordinasi dengan kepolisian, kami berikan data agen. Jadi ada agen baik, ada nakal yang seharusnya sewa bulanan agen nakal sewa harian. Dan jika terbukti lagi ada kasus menimpa lagi di Kalibata City kami bakal blok kartu aksesnya dan menyegel kamar unit tersebut,” tegas Ishak. (Adji/wandi/b)