Thursday, 22 November 2018

He, Lu Ngajak Berantem, Ya?

Selasa, 14 Agustus 2018 — 6:25 WIB
ngajak berantem

BERGURAU itu bisa saja meghilangkan stress. Ini juga yang sering dilakukan oleh seorang kawan, rekan kerja. ” Hey, lu pada ngomongin gue ya? Mau ngajak ‘berantem’.  Ayo!” begitu teriaknya. Dan kawan-kawannya hanya nyengir kuda, karena dia tahu apa yang diucapkan sang kawan itu hanya bentuk gurauan. Bercanda, gitu lho?

Toh, setelah bicara begitu dia langsung menyalami kawan-kawannya satu persatu, sambil nggak lupa  bertanya,” udah pada ngopi belum?”

“ Belum!” jawab kawan-kawannya,serentak.

“ Sama!” kata dia, sambil terkekeh.

Kata atau ucapan ‘berantem’ yang dimaksud sang kawan barusan memang hanya kata candaan. Jadi ya nggak beneran, begitu. Dalam dunia bahasa, dialek, dialog atau tulisan ada yang disebut kiasan. Ucapan atau kata tersebut bukan yang sesungguhnya.

Bisa juga hanya untuk menguatkan kalimat agar lebih seru. Misalnya,” Tiap malem ‘berantem’ sama nyamuk! Berantem sama tikus! dan seterusnya. Itu mau mengatakan bahwa di rumah banyak nyamuk dan tikus.

Ya, berantem, berkelahi atau bertengkar adalah adu fisik atau adu mulut antara dua orang atau lebih. Dalam hal ini bisa saling mamaki, adu jotos, tendang, gulat dan banting. Bisa dengan tangan kosong atu bersenjata. Ada yang pesertanya lebih banyak, bisa satu sekolah, satu RT,satu kampung, itu yang disebut  tawuran!

Jadi ya, jangan marah dulu lah, kalau ada orang yang tiba-tiba mengajak berantem.

Tapi, ya harus hati-hati dan diberi pengertian pada anak-anak yang baru gede. Mereka suka ‘berantem-beranteman’ dengan kawannya meniru adegan kekerasaan yang ditonton di TV atau layar HP.

Jadi, ada juga bahwa ‘berantem’ bohongan itu bisa menelan korban? Banyak kasus bocah membunuh kawan sebayanya hanya karena berawal dari ‘berantem-beranteman’?   – (massoes)