Monday, 19 November 2018

Jokowi : Peningkatan Cadangan Devisa Sangat Penting

Selasa, 14 Agustus 2018 — 21:24 WIB
Presiden Jokowi  dan Wapres JK saat memimpin rapat terbatas

Presiden Jokowi dan Wapres JK saat memimpin rapat terbatas

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa peningkatan cadangan devisa sangat penting untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional.

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin rapat terbatas lanjutan mengenai upaya memperkuat cadangan devisa negara di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa siang (14/8/2018).

“Memperkuat cadangan devisa merupakan hal yang sangat penting yang harus kita lakukan agar ketahanan ekonomi kita semakin kuat terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global termasuk dampak yang terakhir terjadi di perekonomian Turki,” ujar Jokowi mengawali arahannya.

Presiden menyebut bahwa selain mengupayakan peningkatan cadangan devisa, di saat yang sama pemerintah juga harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang rendah, serta menjaga agar defisit transaksi berjalan berada pada level yang aman.

“Kalau saya lihat dari sisi fiskal, sekarang ini saya kira Menteri Keuangan telah mengelola dengan kehati-hatian yang sangat. Defisit APBN kita 2,12 (persen) dan tahun depan kita sudah akan turun di bawah 2,” ucap Kepala Negara.

Adapun mengenai kebijakan moneter, Jokowi mengaku pengelolaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia sudah berjalan baik. Demikian halnya dengan yang telah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan yang berhasil menjaga rasio permodalan perbankan yang kuat.

Kepala Negara memantau tindak lanjut dari apa yang diinstruksikannya dalam rapat terbatas pada 31 Juli 2018 lalu. Saat itu, Presiden meminta jajaran terkait untuk melakukan upaya peningkatan ekspor dan mengendalikan impor sebagai bagian dari strategi memperkuat cadangan devisa negara.

Dirinya juga menekankan pentingnya menerapkan skala prioritas dalam melakukan impor sehingga impor barang dapat dikendalikan untuk sementara waktu.

Sementara berkaitan dengan peningkatan ekspor, Jokowi menantikan adanya terobosan terbaru dalam upaya meningkatkan daya saing ekspor nasional. Sistem perizinan terintegrasi yang beberapa waktu lalu diluncurkan diminta olehnya untuk terus dipantau dampak dan kemanfaatannya bagi industri utamanya yang berorientasi ekspor.(Johara/b)