Tuesday, 13 November 2018

Mahfud MD Dijadikan Martir, Bisakah Prabowo Tersingkir?

Selasa, 14 Agustus 2018 — 6:45 WIB
sentilan mahfud md

DENGAN alasan politik itu cair, nasib dan harga diri orang bisa buat mainan dalam politik. Ambil contoh Mahfud MD. Sudah yakin 99% mau digandeng Jokowi jadi Cawapres, tahu-tahu digantikan KH Ma’ruf Amien gara-gara manuver PKB. Jokowi menjadikan Mahfud MD sebagai martir, bisakah Prabowo tersingkir lagi di Pilpres 2019?

Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Ma’arif kemarin mengatakan, Muhaimin Iskandar itu politisi sejati. Itu kata-kata bersayap, jika tak mau disebut menyindir. Banyak sisi negatif politisi, di antaranya adalah, tidak konsisten, tega membunuh pesaing secara kiasan maupun dalam arti sesungguhnya.

Mahfud MD mantan Ketua MK yang juga mantan Menhan era Gus Dur, sudah 99% mau digandeng Jokowi jadi Cawapresnya. Mendadak Ketuam PKB Muhaimin Iskandar bermanufer di kalangan NU. Mahfud MD tak sekedar dinafikan ke-NU-annya, tapi juga Jokowi diancam bahwa NU takkan mendukungnya.

Ditambah para Ketum parpol lainnya juga tak rela jika Mahfud MD nyapres di 2024, penolakan terhadap Guru Besar UII Yogyakarta itupun mengkristal. Jokowi pun tersandera. Dalam waktu yang demikian mepet, Jokowi masih bisa berkelit. Mahfud MD dicoret, tapi yang menggantikan bukan Cak Imin, melainkan KH Ma’ruf Amin.

Ada dua kepentingan digandengnya kiyai sepuh ini. Sebagai Rois Am NU, Ma’ruf Amin bisa mengamankan suara kaum nadliyin tinggalkan Jokowi. Sebagai Ketua MUI, Ma’ruf Amin bisa dijadikan tameng seandainya kubu sebelah terus memainkan politik keagamaan.

Keputusan Jokowi memang sangat mengejutkan dan di luar dugaan. Itu juga sama mengejutkannya ketika kubu Prabowo yang tiba-tiba mengambil Sandiaga Uno. Kenapa dia tidak menggandeng AHY, UAS maupun Salim Segaf Aljufri? Prabowo memang harus realistis. Ambil AHY, mitra koalisi PKS dan PAN bisa kabur. Tapi menggandeng UAS dan Salim Segaf, apa mereka punya logistik?

Paling ideal tentu saja ke Sandiaga Uno. Biar dia kader sendiri, tapi logistiknya tak diragukan lagi. Dia bisa diajak patungan membiayai Pilpres yang sangat padat modal ini. Biar saja publik menilai Sandiaga sebagai pilihan tidak logis, tapi kan kaya logistik.

Lagi-lagi politik disebut sangat cair, dan Mahfud MD telah dijadikan martir, agar di Pilpres 2019 Prabowo kembali tersingkir. Beruntung  tokoh dari Madura ini memang negarawan sejati. Dia rela jadi korban “pembunuhan” politik, karena semua ini demi keamanan negara. “Jokowi tak perlu merasa bersalah, sayapun kalau jadi Capres juga akan bersikap demikian,” kata Mahfud MD tulus. – (gunarso ts)