Friday, 20 September 2019

Anies Kenalkan Karya Seni Getah Getih di Bundaran HI

Rabu, 15 Agustus 2018 — 13:38 WIB
Karya seni Getah-getih di Bunderan HI.(yendhi)

Karya seni Getah-getih di Bunderan HI.(yendhi)

JAKARTA –  Pasca Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Hotel Indonesia (HI) di robohkan, Pemprov DKI bekerjasama dengan seorang seniman, Joko Avianto, membuat karya seni bambu yang disebut ‘Getah Getih’.

Karya seni yang seluruhnya menggunakan bahan dari pohon bambu tersebut nampak unik dan menarik perhatian dengan bentuk yang mengesankan. Lokasinya pun tepat didepan Patung Selamat Datang.

Bambu tersebut dibentuk menjadi tiga bulatan memanjang yang saling melilit dengan tiang dari puluhan bambu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pun sempat melihat langsung Getah Getih dan memamerkan hasil karya Joko tersebut di akun media sosial (medsos) pribadinya. Karya seni itu akan diresmikan oleh Anies Kamis (16/8) besok.

Pembuatan Getah Getih itu bermula pada Oktober 2015 saat Anies bertemu dengan Joko disalah satu acara pameran kesenian. Kemudian, dia meminta untuk dihadirkan di Jakarta.

“Bambu sering dianggap tak bernilai kami ingin tunjukan di tanah yang paling mahal di Indonesia yaitu bundaran HI disitu dipasang instalasi dengan material paling murah di Indonesia. Tetapi lewat kreativitas tangan pak Joko Avianto, material yang tak bernilai itu menjadi karya seni yang tak ternilai, itu pesan yang ingin disampaikan,” kata Anies di Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan, karya seni Getah Getih itu akan melengkapi berbagai karya seni yang lebih dulu ada membentang di Jalan MH Thamrin diantaranya, Patung Arjuna Wijaya karya Nyoman Nuarta, Patung Selamat Datang karya Edhi Sunarso, dan Patung Jenderal Sudirman Karya Sunario.

“Biasanya kita menyaksikan bambu posisinya lurus ini sekarang ditekuk-tekuk sampai bentuknya seperti bunga matahari. Harapannya menjadi inspirasi buat Indonesia  bahwa bambu bisa dipakai buat begitu banyak ekspresi seni,” ujar Anies.

Bambu yang digunakan berasal dari daerah Jawa Barat dan merupakan bambu yang masih berusia muda. Alasannya, karena mudah dibentuk juga bisa berubah-rubah warna.

“Nanti lama-lama akan berubah warna menjadi ke emas-emasan nanti kalau sudah ke emas-emasan warnanya juga akan lain. Itu menunjukkan sebuah karya itu tidak statis, warna bergerak terus, bagus sekali,” pungkas Anies. (yendhi/tri)