Wednesday, 18 September 2019

Festival di Tegal Parang, Upaya Dongkrak Kerak Telor

Rabu, 15 Agustus 2018 — 20:05 WIB
Festival Kerak Telor 2018 (wandi)

Festival Kerak Telor 2018 (wandi)

JAKARTA – Untuk melestarikan dan mempertanankan budaya Betawi,  Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menggelar Festival Kerak Telor 2018. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Mampang Prapatan, Jaksel, warga pun antusias menyaksikan.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Jakarta Selatan Nursyam Daoed, mengatakan, kerak telor merupakan salah satu ikon Betawi dari delapan ikon budaya khas Betawi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2017.

“Delapan ikon tersebut adalah ondel-ondel, kembang kelapa, ornamen gigi balang, baju sadariah, baju kebaya kerancang, batik betawi, kerak telor, dan bir pletok. Makanya Sudin Kebudayaan dan Pariwisata akan terus mendorong melastarikan budaya Betawi, ” ujar Nursyam Deoad.

Menurutnya,  kegiatan festival yang digelar di Kecamatan Mampang Prapatan tepatnya di Kelurahan Tegal Parang. Alasannya, Kelurahan Tegal Parang. Ini merupakan salah satu wilayah di Jakarta Selatan, yang terkenal dengan kerak telornya.

kasuidn

Kasudin Kebudayaan dan Pariwisata bersama dengan Camat Mampang Prapatan Asril Rizal, saat membuka festival kerak telur. (wandi) 

 

“Kali ini kita ini mengangkat kerak telor. Kebetulan tempatnya berada di (Kelurahan) Tegal Parang, karena terkenal dengan kerak telornya, mudah-mudahan dengan cara ini kedepan budaya Betawi tidak akan tergerus dengan perkembangan jaman ” terangnya.

Nursyam menuturkan, melalui festival ini, diharapkan kerak telor yang merupakan tradisi Betawi ini, dapat selalu populer di masyarakat Jakarta, tak terkecuali Jakarta Selatan.

Sebab dengan dikenalnya ikon Betawi ini, memancing wisatawan untuk banyak berkunjung ke Jakarta. Apalagi, beberapa hari ke depan kita akan kedatangan event besar yakni Asian Games.

“Kesempatan di event besar ini kita berupaya untuk memancing wisatawan untuk ke Indonesia terutama ke Jakarta,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Yuyu Wahyudin mengatakan, sebanyak 30 pedagang kerak telor dari seluruh Jakarta Selatan, berpartisipasi meramaikan festival ini. Tidak itu saja, mereka juga saling adu kemampuan untuk menjadi yang terbaik, dalam lomba pembuatan Kerak Telor yang diadakan di dalam festival tersebut.

“Kriterianya dari penampilan, rasa, kebersihan, dan waktu ketika mereka memasak serta teknik memasak,” ungkap Yuyun Wahyudin. (wandi/win)