Thursday, 15 November 2018

Revitalisasi Angkutan Rombeng

Rabu, 15 Agustus 2018 — 4:46 WIB

MENYAMBUT Asian Games semua sektor termasuk transportasi terus dibenahi. Salah satu yang terdampak adalah Metro Mini dan Kopaja. Jenis angkutan umum ini masuk kategori ‘rombeng’ alias tak laik jalan sehingga diharamkan melintasi jalan protokol di Ibukota.

Terhitung mulai hari ini, Rabu (15/6/2018) Metro Mini dan Kopaja dilarang melintasi Jalan Sudirman-Thamrin. Kedua jenis angkutan ini usianya di atas 10 tahun sehingga dianggap tidak layak melintas di jalan utama Jakarta, setidaknya selama gelaran even internasional Asian Games.

Ada tiga trayek yang terkena dampak atas kebijakan tersebut. Yakni, Metro Mini S640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, Metro Mini P15 jurusan Senen-Setia Budi, dan Kopaja P19 jurusan Tanah Abang-Ragunan. Rute ini merupakan jalur yang termasuk padat dan angkutan umum yang melintas di daerah ini banyak dibutuhkan warga.

Ada catatan yang perlu digarisbawahi menyangkut larangan Metro Mini dan Kopaja melintas di jalan protokol. Pertama, Pemprov DKI harus memperhatikan kepentingan warga yang sehari-hari menggunakan angkutan tersebut. Jangan sampai aktivitas warga terganggu. Larangan angkutan tua melintas di jalur tersebut harus dibarengi dengan alternatif tersedianya angkutan lain.

Kedua, soal revitalisasi angkutan massal yang belum tuntas. Angkutan massal yang nyaman semisal bus Transjakarta, belum menjangkau semua titik lokasi. Belum semua jalur bisa diakses di semua lokasi, sehingga warga mau tidak mau tetap memilih Metromini dan Kopaja, atau menggunakan angkutan pribadi.

Momen pelarangan kedua angkutan tua itu melintas di jalan protokol, hendaknya dijadikan ujicoba larangan total kendaraan tua melintasi jalan protokol untuk kemudian kebijakan ini dibakukan. Kebijakan ini harus dibarengi dengan ketersediaan angkutan massal yang nyaman dan bisa menjangkau semua akses jalan.

Revitalisasi transportasi umum, dapat mendorong warga meninggalkan angkutan pribadi dan beralih ke angkutan massal. Terlebih setelah perluasan ganjil genap, tidak dipungkiri banyak pemilik mobil pribadi mau tidak mau menggunakan angkutan umum. Sehingga bisa mengurai kemacetan lalu lintas. Karena itu revitalisasi angkutan umum mesti dipercepat.**