Tuesday, 18 September 2018

Siapa yang Mau jadi Jenderal?

Kamis, 16 Agustus 2018 — 6:25 WIB
jja

HASAN, seorang anak pedagang sungguh bertuntung. Dia sudah menerima tongkat komando, walau hanya sesaat. Ya, beruntung dong, karena untuk menerima ‘togkat komando’ harus jadi jenderal, yang memegang tampuk pimpinan tinggi dan tertinggi.

Tapi, si Hasan ini baru menempuh pendidikan kelas 3 madrasah ibtidaiyah. Beruntung? Ya, keberuntungan memang bisa saja mampir kapan saja pada siapa saja. Nah, pekan ini yang beruntung,ya bocah anak pedagang di Pasar Gaplok tersebut. Hasan,namanya.

Walaupun, mungkin, bocah ini belum mengerti betul apa itu ‘tongkat komando’, tapi toh dia sudah berucap, bercita-cita ingin jadi jenderal seperi Pangdam Jaya, Mayjen Joni Supriyanto yang sudi ‘meminjamkan’ tongkat komandonya tesebut.”Saya ingin jadi jenderal!” katanya.

Kita, memang ingin semua pimpinan di negeri tercinta ini bisa merakyat. Tersenyum, salam dan menyapa. Selanjutnya bisa berdialog, dengan rileks.

Sang pimpinan bisa melepaskan segala atributnya sejenak, dan merakyat. Lalu bercengkerama lah. Percaya dan yakinlah, pamor bapak atau Ibu pimpinan nggak bakalan luntur, malah sebaliknya. Rakyat suka. Nggak lagi, takut. Dan takut salah!

Inilah pendidikan yang perlu ditanamkan kepada anak-anak kita. Agar ketika mereka menjadi penjabat nanti juga akan menularkan pengalaman yang pernah mereka terima. Bukan dengan bentakan, gebukan dan kekerasan lain, untuk menjaga keangkeran. Nggak lah!

Besok kita Merdeka, mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ayo, generasi muda,bangun! Jangan terlalu lama tertidur, nanti bisa ketinggalan kereta.

Ayo, siapa yang mau jadi jenderal? Kalau begitu,tinggalkan hura-hura yang nggak karuan. Geng,geng motor, tawuran, narkoba yang telah membunuh ribuan jiwa.

Ayo, siapa lagi yang mau jadi jenderal? -massoes