Wednesday, 21 November 2018

Instalasi bambu 'Getah Getih'

Diresmikan Anies, Dipertanyakan Djarot

Jumat, 17 Agustus 2018 — 0:15 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (ikbal)

Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (ikbal)

JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mempertanyakan karya seni instalasi bambu ‘Getah Getih’ yang baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Djarot memandang penempatan karya seniman Joko Avianto di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) kurang tepat.

“Pertanyaannya, apa emang harus di situ gitu loh. Di tempat yang lebih bagus ya, atau memang di situ karena itu akan ditonton banyak orang. Apa seni instalasi itu menyatu dengan lingkungannya,” ujarnya di Gedung Filateli, Jalan Pos, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).

Terlepas dari penempatannya, Djarot mengapresiasi instalasi bambu tersebut. Menurutnya, karya seni harus selalu mendapatkan penghargaan. Terkait bagus atau tidaknya, mantan Walikota Blitar itu mengembalikan persepsi masing-masing orang yang melihat. (Baca juga: Diresmikan Gubernur Anies, Ini Makna Instalasi Bambu di HI)

“Kalau itu instalasi bagus sajalah, tergantung orang bagaimana menilainya. Masing-masing, karena karya seni instalasi, masing-masing punya kriteria sendiri-sendiri. Apapun yang dikerjakan sih bagus aja,” tandasnya.

Sementara itu, Joko Avianto menjelaskan kalau karya ‘Getah Getih’ terinspirasi dari para pasukan Majapahit. Di mana, pada jamannya, pasukan Majapahit ini pernah mengibarkan bendera merah putih.

“Jadi pasukan Majapahit dulu mengibarkan bendera untuk membuat impact, mereka turun dari kapal dengan iring-iringan bendera yang sangat besar,” jelasnya.

Bentuk instalansi bambunya sendiri berupa tambang yang saling terikat. Di mana terdapat bentuk serupa kepala dan ekor yang menunjukkan arah. “Ada bentuk ekor dan kepala itu merupakan arah bagi saya patung ini bisa menjadi inspirasi bagi semua,” tutur Joko. (ikbal/ids)