Friday, 16 November 2018

Bangkit dari Keterpurukan

Sabtu, 18 Agustus 2018 — 6:02 WIB

HARI ini dan kemarin, Jumat – Sabtu, 17 & 18 Agustus 2018, tergolong luar biasa istimewa bagi Bangsa Indonesia. Terjadi dua peristiwa rangkaian masa lalu.

Bung Karno-Bung Hatta pada Jumat, 17 Agustus 1945, memproklamirkan Kemerdekaan RI. Peristiwa 73 tahun silam itu kita peringati sekaligus rayakan kemarin penuh suka-cita.

Pada Jumat, 24 Agustus 1962, Bung Karno juga membuka penyelenggaraan Asian Games (AG) pertama di Indonesia. Sekarang ini, penyelenggaraan keduanya di negara kita, dibuka Presiden Joko Widodo.

Memperingati hari kemerdekaan hampir berbarengan dengan perhelatan AG, memacu semangat kerja demi mencapai keadaan paling prima. Selain menjaga, membangun dan memperbaiki jalan, pedestrian, angkutan publik hingga ruang terbuka hijau, kita juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kamtibmas termasuk terorisme.

Warga masyarakat utamanya di Ibukota Negara, belakangan ini merasakan perubahan kotanya lebih asri, aman, tertib dan bersih. Paling terasa kala kita melintasi kasawan Taman Monas – Medan Merdeka-MH Thamrin-Sudirman. Jauh dari panorama Kampung Besar yang semrawut.

Capaian puncak saat ini butuh dijaga bersama. Berpotensi untuk dipacu guna tercapainya peradaban lebih tinggi. Tidak sebatas pada pusat kota, melainkan harus pula menjangkau perkampungan kumuh di pelosok Jakarta. Di sana-sini pembangunan infrastruktur belum semua tuntas.

Partisipasi publik pun masih longgar. Perlu dibina, dituntun, didorong menuju tercapainya ketertiban umum. Tidak lagi sembarang membuang sampah, ugal-ugalan berkendara, berjualan di sembarang tempat.

Satu hal tidak kalah penting dari semua itu adalah kudu berefek positif bagi perekonomian rakyat. Demi mewujudkan harapan tersebut, mari kita beri kepercayaan kepada pemilik modal kelas kakap bahwa negara ini aman dan menguntungkan guna berinvestasi, sehingga mereka mau membuka usaha yang dapat mengikis pengangguran. Ujung-ujungnya dapat menyejahterakan wong cilik.

Siapa lagi kalau bukan kita? Kapan lagi jika tidak sekarang? Nyok bangkit dari segala bentuk keterpurukan!***