Wednesday, 21 November 2018

Ditinggal Suami Ngojek Online Istri Malah “Diojekin” Pria Lain

Sabtu, 18 Agustus 2018 — 7:25 WIB
terlaluuuuuu

SUNGGUH tragis nasib Samirun, 35, warga Pondok Kelapa (Jaktim) ini. Dia kerja siang malam jadi pengojek online (Ojol), di rumah istrinya malah “diojekin” lelaki lain. Saking sedihnya, Samirun nangis tersedu-sedu. Bagaimana tak sedih, dia kerja banting tulang, istri malah “banting-bantingan” sendiri.

Ledakan pengangguran di Indonesia memang luar biasa. Yang pengangguran terbuka saja jumlahnya mencapai 7 juta jiwa, bagaimana dengan pengangguran tertutup. Yang jelas gara-gara susahnya cari pekerjaan, kini banyak sarjana yang banting harga jadi pengojek, baik ojek pangkalan (Opang) maupun Ojol. “Biar sarjana, sehari tak makan juga lapar Mas.” Kata pengojek.

Samirun warga Pondok Kelapa, rupanya termasuk warga Ibukota yang apes. Merantau bertahun-tahun tak juga punya penghasilan yang pasti. Padahal ada anak itri yang harus diempani. Maunya sih jadi politisi, anggota DPRD atau DPR. Tapi apa modal untuk cari masa? Atau nyawapres saja? Apa lagi ini, nanti saja kalau sudah tua!

Peluang satu-satunya hanyalah menjadi pengojek. Dulu Samirun jadi Opang, tapi setelah banyak saingan Ojol, akhirnya dia kebawa arus ikutan pula jadi pengojol. Ahar duit yang dibawa ke rumah lumayan banyak, Samirun malam hari narik juga. Pokoknya kerja banting tulang.

Karena tenaga diforsir, Samirun benar-benar letoy sebagai suami. Nurul, 30, istrinya sampai jarang tersentuh. Maklum, orang yang kecapekan dan ngantuk, gairah akan wanita jadi sering kurang mengerucut. Bila Nurul colak-colek tengah malam, jawab Samirun songong, ”Apa sih, colak-colek terus, macam kondektur PPD saja.”

Nurul yang masih muda dan enerjik, lama-lama capek juga menunggu kebangkitan gairah suami. Sebagai solusinya, dia terpaksa menerima bisikan setan yang berwujud cowok ganteng tetangga kampung. Tak ada rotan akarpun berguna, begitu kata Nurul.

Akar luar itu namanya Pendi, 32. Orangnya memang lumayan ganteng, royal pula. Dia suka memberi uang pada Nurul. Nah, Nurul yang sudah kadung berhutang budi, akhirnya membayar pula dengan bodi. Di kala suami sedang ngojol, anak balitanya dititipkan ke tetangga, dan dia “momong” Pendi dalam kamar, bayi yang lahir 3 dekade lalu.

Lama-lama ada yang mencium praktek mesum Nurul-Pendi ini, sehingga beberapa hari lalu Samirun menyanggongnya. Terntata benar, dia memergoki bagaimana istrinya sedang berbagi cinta dengan lelaki yang bukan domainnya. Langsung Samirun nangis sesenggukan. “Oalah Nurul, saya kerja banting tulang, kok kamu malah banting-bantingan dengan lelaki lain.” Kata Samirun.

Tentu saja yang di kamar langsung menghentikan aktivitasnya. Pendi kabur lewat jendela, tapi keburu ditangkap warga. Kini Pendi dan Nurul jadi urusan polisi. Dan Samirun pun sampailah pada opsi, bercerai saja ketimbang punya istri berkhianat.

Kok bercerai, mau bentuk koalisi ketiga apa? (FC/Gunarso TS)