Thursday, 15 November 2018

Jepang Puji Persiapan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018

Sabtu, 18 Agustus 2018 — 15:13 WIB
Chef de Mission (CdM) Kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita kepada para awak media di Main Press Centre Asian Games 2018 di Jakarta, Sabtu (18/8/2018). (junius)

Chef de Mission (CdM) Kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita kepada para awak media di Main Press Centre Asian Games 2018 di Jakarta, Sabtu (18/8/2018). (junius)

JAKARTA – Sebagai negara yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, Jepang memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya Asian Games 2018 di Indonesia. Hal itu diungkapkan Yasuhiro Yamashita, selaku perwakilan Chef de Mission (CdM) kontingen Jepang yang menahkodai para atlet negeri Sakura tersebut selama perhelatan Asian Games 2018.

Selama empat hari berada di Indonesia, Yasuhiro Yamashita mengaku sudah memantau setiap fasilitas mulai dari Wisma Atlet di Kemayoran hingga venue-venue yang akan dijadikan tempat pertandingan para atlet Asian Games 2018.

“Selama empat hari ini, saya sudah merasakan kenyamanan berada di Indonesia. Para volunteer juga ramah-ramah, mereka memberikan salam kepada kami dengan bahasa Jepang. Selain itu makanan di wisma atlet juga enak-enak. Saya cukup kagum sekali. Saya rasa ini bisa dijadikan contoh buat kami yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade,” kata Yasuhiro Yamashita kepada para awak media di Main Press Centre (MPC) Asian Games 2018 di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

(BacaPenonton Wajib Tahu! Barang-barang Ini Dilarang Masuk ke Pembukaan Asian Games 2018)

Selain fasilitas dan sikap yang ramah dari para volunteer, Jepang juga memuji kinerja Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam pendekatan terhadap Dewan Olimpiade Asia (OCA) sehingga melahirkan sejumlah cabang-cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Di antaranya, pencak silat, sepatu roda, panjat tebing, bridge, paralayang, dan jetski.

Namun pihaknya tidak bisa memasukkan semua cabor baru tersebut untuk dipertandingkan di Olimpiade 2020 mendatang. Salah satunya, pencak silat yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Secara peluang sudah tidak memungkinkan untuk kami memasukkan pencak silat sebagai salah satu cabang eksebisi pada Olimpiade 2020. Karena cabor-cabor yang akan dipertandingkan dan dieksebisikan sudah ditetapkan oleh IOC sejak dua tahun lalu. Namun secara pribadi saya sangat mendukung kemajuan cabang beladiri pencak silat dan semoga bisa dieksebisikan pada olimpiade selanjutanya di Paris. Namun pada Olimpiade 2020 nanti, tetap akan ada cabor-cabor baru, seperti Karate, bisbol softbol, selancar, dan panjat tebing,” ungkapnya.

(BacaJelang Pembukaan Asian Games 2018, Begini Pesan Anies kepada Warga Jakarta)

Sebagai negara terbanyak yang mengirimkan atlet di Asian Games tahun ini, Jepang menargetkan bisa meraih 30 medali emas di urutan ketiga. “Sebagai negara yang mengirim atlet terbanyak di Asian Games kali ini, kami berharap bisa mencapai target posisi ke-3. Untuk mewujudkannya, kami mengincar 30 medali emas. Jika mereka bisa melakukannya, tentu itu berarti kami punya tim yang menjanjikan untuk dua tahun ke depan (Olimpiade 2020),” tuntasnya. (junius/ys)