Friday, 21 September 2018

Ophelia, Anak Umur Tiga Tahun dengan IQ 171

Sabtu, 18 Agustus 2018 — 17:19 WIB
Ophelia memiliki IQ 171, jauh di atas rata-rata.

Ophelia memiliki IQ 171, jauh di atas rata-rata.

INGGRIS- Ketika usianya tiga tahun, Ophelia, anak perempuan Natalie dan Ben bergabung ke kelompok IQ tinggi bernama Mensa, mereka sadar bakal dituduh sebagai orang tua yang terlalu memaksa anaknya.

Tetapi seperti apa sebenarnya mempunyai anak yang berbakat secara alamiah?

“(Kami menyadari seberapa cerdasnya dia) saat umurnya sekitar delapan bulan,” kata Natalie Morgan kepada program BBC, Victoria Derbyshire.

Anak perempuannya mengucapkan kata pertama, ‘hiya’, beberapa bulan lebih dulu dari pada umumnya.

“Sejak saat itu, dia mulai menyebutkan warna, huruf, angka cukup dini dibandingkan sebagian besar anak-anak.”

Pada umur dua tahun, Ophelia yang merupakan anak pertama pasangan tersebut, dapat mengingat dan menyebutkan alfabet.

Mereka mengetahui bahwa IQ-nya di atas rata-rata setelah membaca di internet, tetapi baru setelah dia masuk taman kanak-kanak pasangan itu menyadari seberapa majunya Ophelia dibandingkan yang lain.

Saat itulah mereka memutuskan untuk membawanya ke psikolog anak yang mengkhususkan diri pada anak berbakat.

“Kami hanya ingin memastikan apa yang bisa lakukan untuk membantu,” kata ayahnya Ben Taw, pekerja TI.

“Kami tidak ingin dia merasa dipaksa, tetapi pada saat yang sama kami tidak ingin dia merasa tidak didorong.”

Ophelia mengikuti tes Stanford-Binet – yang digunakan untuk mengkaji anak sejak umur dua tahun terkait dengan kesadaran ruang dan keterampilan kata dan logika.

Angka IQ orang umumnya pada usia manapun adalah 100, kisaran sebagian orang adalah 85 – 115.

Nilai yang didapat Ophelia adalah 171.

“Saya khawatir orang akan berpikir kami adalah orang tua yang memaksa,” Natalie mengakui.

“Saya tetap akan bangga terhadap Ophelia apapun yang dia lakukan, selama dia bahagia dan sehat.”

Lyn Kendall, psikolog dan ahli anak berbakat British Mensa, mengatakan anak luar biasa dengan cepat memproses berbagai hal, ingatannya baik dan lebih memperhatikan sekelilingnya.

Mereka juga haus belajar, sehingga orang tua kesulitan menghadapinya.

“Pada umumnya orang tua datang dan mengatakan, ‘tolong, anak ini tidak mau berhenti bertanya dan belajar setiap waktu’,” katanya.

“Satu hal yang dialami orang tua adalah hal ini membuat mereka terasing. Anda tidak (bisa membicarakannya dengan orang tua lain) di gerbang sekolah, karena akan terdengar sombong.

“Anak-anak ini bangun pada jam lima pagi dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka tertidur.”

Meskipun demikian Kendall mengatakan, berbeda dengan Natalie dan Ben, sebagian orang tua memang pemaksa – ini adalah hal yang sangat tidak dia sukai.

“(Orang tua ini) memberikan anak mereka makanan berenergi tinggi, jus khusus. Jadwal hari-hari mereka penuh,” katanya.

“Sejumlah orang tua menelepon saya dan mengatakan, ‘pada pukul 18:30 kami melakukan pembicaraan bermutu’.

“Anda berpikir, ‘Kapan mereka memiliki waktu menjadi anak-anak?’.”

Anak laki-laki Kendall, sekarang berumur 36 tahun, juga seorang anak berbakat. Dia telah menulis sebuah novel dan bekerja untuk Microsoft yang memang diinginkannya.

Tetapi psikolog ini mengatakan dia selalu memastikan anaknya mengetahui banyak hal.

“Meskipun orang anak-anak ini bergerak cepat, tubuh dan emosi mereka masihlah sebagai anak-anak dan kita harus selalu mengingat itu,” dia menjelaskan.

‘Pembicaraan cerdas’

Natalie mengatakan Ophelia “sama saja dengan anak umur tiga tahun lain dalam berbagai hal”.

Dia suka berlarian dan bermain dengan sepupunya, loncat ke kubangan – hal-hal yang biasa dilakukan anak seusianya.

Dia juga kebetulan menyukai belajar dan mencoba hal-hal baru.

“Seperti berbicara dengan seseorang berumur 19 tahun,” kata Ben yang berusaha menjelaskan.

“Dia dapat bercakap-cakap dengan cerdas, mengemukakan pandangannya.

“Dia sepertinya lebih cepat memahami sesuatu dan mengingatnya.” (BBC)