Wednesday, 26 September 2018

Sempat Menghilang, Acara Panjat Pinang di Kalimalang Marak Kembali

Sabtu, 18 Agustus 2018 — 0:40 WIB
Lomba panjat pinang kembali digelar di aliran sungai Kalimalang. (Ifand)

Lomba panjat pinang kembali digelar di aliran sungai Kalimalang. (Ifand)

JAKARTA – Kemeriahan warga Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, akhirnya kembali terlihat. Pasalnya, pada perayaan 17 Agustus tahun ini, mereka bisa kembali menggelar perlombaan di aliran sungai Kalimalang.

Keceriaan itu, lantaran dua tahun belakangan perayaan itu sedikit hilang. Pasalnya, proyek pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) membuat bantaran kali tak bisa digunakan. Namun, kali ini panjat pinang kembali di gelar di beberapa lokasi di sepanjang Kalimalang.

Yono, 37, warga sekitar, mengaku tahun ini perayaan 17 Agustus di kampungnya kembali meriah. Pasalnya, acara panjat pinang yang menjadi maskot wilayahnya kembali bisa digelar. “Ya Alhamdulillah, tahun ini panjat pinang banyak lagi di Kalimalang. Ini jadi tontonan bermakna bagi seluruh warga Jakarta,” katanya, Jumat (18/8).

Dikatakan Yono, perayaan ini kembali semarak setelah dua tahun belakangan mati suri. Pasalnya, proyek pembangunan tol Becakayu merusak sepanjang bantaran Kalimalang. “Dua tahun lalu mah, nggak bisa ngapa-ngapain. Dipinggir kali isinya beton dalam tumpukan tanah doang,” ujarnya.

Dengan kembali hidupnya acara panjat pinang, kata Yono, pihak RW sudah menyiapkan banyak hadiah bagi warga. Apalagi, dalam setiap RW biasanya menyiapkan dua tempat panjat pinang untuk anak-anak dan remaja, agar suasana semakin semarak. “Dibuat semarak karena katanya untuk membayar hutang yang tahun lalu tak diadakan. Makanya hadiahnya juga terlihat banyak, biar pada senang,” ungkapnya. (Ifand/b)