Wednesday, 14 November 2018

Bunga Krisan Asal Sukabumi Tembus Jepang

Minggu, 19 Agustus 2018 — 14:02 WIB
Bunga krisan siap dikirim ke berbagai daerah.(sule)

Bunga krisan siap dikirim ke berbagai daerah.(sule)

SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memiliki sebutan Kawasan Bunga dan Daun Potong (Kabudapo). Sebutan ini lantaran besarnya produksi komoditas florikultura atau tanaman hias, seperti krisan, anggrek, dracena, sedap malam, philodendron, dan anthurium.

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, produksi bunga krisan, misalnya, per tahunnya rata-rata mencapai 15 juta tangkai.

Jumlah bunga dengan sebutan lain seruni atau  dalam nama latinnya Chrysantemum ini bisa memenuhi pangsa pasar domestik. Bahkan, untuk bibitnya bisa menembus ekspor hingga ke Jepang.

Kepala Distan Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina melalui Kepala Seksi Produksi Holtikultura, Deni Ruslan menyebutkan luasan lahan penanaman bunga krisan mencapai 20 hektare atau sekitar 400 unit Green House (GH) dengan luas rata-rata per GH mencapai 500 meter persegi. Tersebar di beberapa wilayah meliputi Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, Kadudampit, dan Cidahu.

bunga

Teks : Perkebunan bunga krisan di Sukabumi.(sule)

“Biasanya tanaman krisan dibudidayakan dengan cara stek atau menanam pucuknya. Daerah kita memang cocok sebagai penghasil komoditas florikultura, salah satunya bunga krisan,” ungkap Deni kepada poskotanews.com, Minggu (19/8/2018).

Disebutkannya, Distan saat ini membina sedikitnya 22 kelompok tani (poktan) dengan masing-masing anggotanya berjumlah 15-20 orang. Tentu saja, menggeliatnya produktivitas bunga krisan bakal berimbas kepada pendapatan para petani.

“Namun memang omset para petani bunga krisan ini fluktuatif. Peningkatan terjadi di waktu-waktu tertentu seperti tahun baru, Idul Fitri dan Natal,” bebernya.

Kendala lainnya, sebut Deni, belum terciptanya budaya atau kebiasaan menggunakan florikultura dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, banyak manfaat apabila menggunakan tanaman hias, terutama di perkantoran.

“Kami akan terus mencari inovasi, baik pembudidayaan hingga pemasaran terkait agribisnis ini. Sebab, Sukabumi cocok sekali menjadi Kabudapo,” tukasnya. (sule/tri)