Monday, 19 November 2018

Tak Diunggulkan, Lifter Suratman Rebut Perunggu

Senin, 20 Agustus 2018 — 21:59 WIB
Surahmat bersama pengurus teras PABBSI.(prihandoko)

Surahmat bersama pengurus teras PABBSI.(prihandoko)

JAKARTA – Lifter Indonesia Surahmat Suwoto Wijoyo membuat kejutan di cabang olahraga angkat besi Asian Games 2018 saat tampil di Hall A Jiexpo Kemayoran Jakarta, Senin (20/8) malam.

Lifter kelahiran 11 Mei 1968 yang turun di kelas 56kg ini meraih medali perunggu setelah meraih total angkatan 272kg (Snatch 119kg, Clean and Jerk 153kg).

“Saya tidak menduga dalam pertandingan mampu mencatat total angkatan melebihi saat latihan di Pelanas Asian Games 2018. Makanya, saya sangat senang dan bangga bisa mempersembahkan medali perunggu bagi Kontingen Indonesia,” kata Surahmat usai acara pengalungan medali.

Medali emas kelas ini direbut lifter Korea Utara, Chol Yun Om dengan total angkatan 287kg (Snatch 127kg, clean and Jerk 160kg). Dan, lifter Vietnam, Tuan Thatch Kim meriah perak dengan total angkatan 280kg (Snatch 128kg, Clean and Jerk 152kg).

Surahmat memang tidak diunggulkan. Dalam daftar 10 lifter yang dikeluarkan panitia, Surahmat yang memiliki total angkatan 270kg itu berada di peringkat keempat. Peringkat pertama diduduki Choi Om Yun (Korea Utara) dengan total angkatan 295kg, disusul Toan Tran Ie Quoc (Vietnam) 286kg, Tuan Thatch Kim juga dari Vietnam 286kg.

“Surahmat menjadi kuda hitam. Tak diunggulkan tetapi dia mampu menyumbangkan medali perunggu. Seua ini tidak terlepas dari hasil kerja kerasnya selama mengikuti pelatnas angkat besi,” kata Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Indonesia, Dirdja Wihardja usai pertandingan.(prihandoko/b)