Sunday, 23 September 2018

Berburu Medali, Petik Hadiah

Selasa, 21 Agustus 2018 — 7:06 WIB
medali

GEBYAR olahraga Asia viral dan menggelegar di masyarakat. Saat ini para atlet sedang berusaha sekuat tenaga menunjukan kebolehannya di arena. Bagi yang berprestasi bakalan mendapat hadiah yang cukup meggiurkan, dengan medali emas dibandol Rp1,5 miliar.

Siapa mau? Tentu saja semua atlet yang terlibat, mau-lah. Bahwa bonus yang dijanjikan memag bukan kali ini saja bagi atlet dan olahragawan yang sukses pasti akan panen. Katakan, seperti pemain bulu tangkis, sepak bola sudah menikmati sejak lama.

Nah, hadiah semacam juga akan dirasakan oleh atlet dalam ajang pesta olah raga akbar se Asia ini. Defia Rosmaniar adalah atlet Taekwondo yang pertama menikmati hadiah besar tersebut dalam ajang Asian Games 2018.

Memang sudah sepantasnya, atlet mendapat penghargaan tersebut. Bukan medali saja sebagai kebanggaan, tapi juga materi. Mengapa, karena dalam meniti karier olah raga, seorang atlit harus total, tidak perlu lagi dibebani kehidupan yang susah. Oleh sebab itu pemerintah harus membiaya kehidupan atlet dan keluarganya.

Inilah barangkali, ya bukan saja sekadar hadiah tapi juga penghasilan setiap hari. Misalnya, atlet dijadikan pegawai negeri, tapi mereka dibebaskan dari tugas rutinnya. Tugas mereka adalah latihan dan latihan. Jadi jangan sampai latihan mereka terganggu.

Bagi mereka yang suka usaha, ya berikan modal usaha. Kita nggak mau lagi ada atlet yang masa pensiunnya sengsara,bahkan sampai ada yang jadi pemulung dan menjual habis medalinya?

Ah,jangan sampai gemerlap panggung hanya jadi kenangan, diganti derita yang berkepanjangan.

Ayo, masih ada waktu, kejar prestasi, dapatkan medali sebanyak-banyaknya. Ingat medali emas dihargai Rp1,5 miliar. Beda jika medali dijual di pasar loak, nggak seberapa harganya, kan? -massoes